Pegawai puskesmas di Kota Bogor positif COVID-19 jadi 30 orang

antaranews.com Diupdate 16.46, 12/08 • Dipublikasikan 16.46, 12/08 • Riza Harahap
Pegawai puskesmas di Kota Bogor positif COVID-19 jadi 30 orang
Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Pegawai puskesmas di Kota Bogor yang terkonfirmasi positif terinfeksi COViD-19 melalui kegiatan pencarian aktif kasus bertambah tiga orang sehingga seluruhnya menjadi 30 orang.

"Ketiga orang tersebut adalah pegawai Puskesmas Pulo Armin Kecamatan Bogor Timur," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, di Kota Bogor, Rabu.

Menurut Retno, panggilan Sri Nowo Retno, penemuan tiga pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif corona merupakan lanjutan dari kegiatan pencarian kasus COVID-19 di Kota Bogor.

Menurut Retno, dengan ditemukannya tiga kasus positif COVID-19 di Puskesmas Polu Armin, maka puskesmas yang pegawainya terjangkit COVID-19 di Kota Bogor bertambah satu menjadi sembilan puskesmas.

Sedangkan, berdasarkan domisili, ketiga pegawai Puskesmas Pulo Armin itu adalah warga Kota Bogor, sehingga dari 30 pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif, 19 orang di antaranya adalah warga Kota Bogor dan 11 orang lainnya warga luar Kota Bogor.

Dengan ditemukannya, tiga pegawai Puskesmas Pulo Armin yang terkonfirmasi positif, maka Puskesmas tersebut ditutup sebagian pelayanannya untuk sementara, yakni pelayanan persalinan serta klinik ibu dan anak (KIA).

Sedangkan pegawai yang lain, menjadi kontak erat akan dilakukan tes cepat dan tes usap lagi.

Retno menjelaskan kegiatan pencarian kasus pada pelayanan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan sejak Juli hingga Rabu ini, telah melakukan penapisan terhadap 798 orang dari 974 orang pegawai di 25 puskesmas dan satu Labkesda di Kota Bogor.

"Dari 798 orang yang diskrining, telah dilakukan tes cepat dan tes usap sebanyak 972 kali. Artinya, ada orang yang menjalani tes lebih dari satu kali," katanya.

Hasil dari tes tersebut, kata dia, sampai Rabu ini ditemukan 30 orang pegawai yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Artikel Asli