Paus Fransiskus sangat sedih ketika Turki mengubah Hagia Sophia menjadi masjid

Kontan.co.id Dipublikasikan 07.01, 13/07 • Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Paus Fransiskus berdiri diam selama beberapa menit pada doa Angelus mingguannya hari Minggu, setelah ia berbicara tentang keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

"Laut membawa pikiranku agak jauh, ke Istanbul," kata Paus dikutip dari CNN. 

"Aku memikirkan Hagia Sophia, dan aku sangat sedih."

Baca Juga: Erdogan: Hagia Sophia adalah masalah internal Turki

Sejak dekrit kabinet tahun 1934, bangunan ikonik di Istanbul telah berfungsi sebagai museum, tetapi pada hari Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengeluarkan dekrit presiden untuk mentransfer pengelolaan gedung dari Kementerian Kebudayaan ke Kepresidenan Urusan Agama.

Hagia Sophia adalah situs Warisan Dunia UNESCO.

"Hagia Sophia adalah mahakarya arsitektur dan kesaksian unik untuk interaksi antara Eropa dan Asia selama berabad-abad," kata Direktur Jenderal Audrey Azoulay.

"Statusnya sebagai museum mencerminkan sifat universal warisannya, dan menjadikannya simbol yang kuat untuk dialog."

Yunani dan Prancis juga mempertanyakan sekularisme Turki.

Baca Juga: Turki putuskan Hagia Sophia jadi masjid, begini reaksi dunia internasional

Sejarah bangunan ikonik ini dibangun sejak kekaisaran Bizantium pada abad ke-6, ketika dibangun sebagai katedral. Pada abad ke-15, bangunan itu diubah menjadi masjid.

Karena Islam melarang gambar orang yang ditampilkan di masjid, para pejabat berencana untuk menggunakan lampu dan tirai untuk menutupi banyak mosaik Kristen Bizantium di Hagia Sophia, kepala urusan agama Turki Ali Erbaş mengatakan pada hari Minggu di TV Turki.

Setelah doa, lukisan-lukisan itu akan dibuka untuk para pengunjung. Tidak ada pungutan untuk masuk ke bangunan ini, kata Presiden Erdogan. "Seperti semua masjid kami, pintunya akan terbuka untuk semua orang - Muslim atau non-Muslim," kata Erdogan.

"Sebagai warisan bersama dunia, Hagia Sophia, dengan status barunya, akan terus merangkul semua orang dengan cara yang lebih tulus."

Artikel Asli