Paus Fransiskus Sedih Hagia Sophia Kembali Menjadi Masjid

kumparan Dipublikasikan 13.30, 12/07 • kumparanNEWS
Paus Fransiskus memimpin Jumat Agung di Basilika Santo Petrus, Vatikan tanpa jamaah untuk menekan penyebaran virus corona. Foto: Andrew Medichini Pool via REUTERS

Paus Fransiskus ikut menanggapi soal keputusan Pemerintah Turki mengubah Museum Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Ia mengaku tersinggung dengan keputusan itu.

"Pikiranku pergi ke Istanbul. Saya memikirkan Santa Sophia dan saya sangat sedih," kata Paus Fransiskus dalam di Lapangan Santo Petrus, dikutip dari Reuters, Minggu (12/7).

Paus juga mengutuk kebijakan Pemerintah Turki itu. Menurutnya, Turki harus mengembalikan sebagai museum.

Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan pengembalian Hagia Sophia sebagai masjid merupakan hak kedaulatan negaranya.

Meski begitu, Hagia Sophia tetap terbuka untuk siapa saja, termasuk non-Muslim. Menurutnya, situs warisan dunia UNESCO ini adalah warisan bersama untuk seluruh umat manusia.

Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai katedral Kristen saat Kekaisaran Romawi Timur, tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453.

Kemudian diubah menjadi museum pada masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, pendiri sekularisasi Turki modern pada 1930-an.

Sebagai magnet bagi wisatawan di seluruh dunia, Hagia Sophia telah menarik 3,8 juta wisatawan pada 2019.

Artikel Asli