Paulo Dybala, Sempat Ingin Dibuang hingga Jadi Kesayangan Juventus

INDOSPORT.com Diupdate 03.22, 23/10/2019 • Dipublikasikan 03.22, 23/10/2019 • Editor: Matheus Elmerio Giovanni

INDOSPORT.COM - Paulo Dybala lagi-lagi menunjukkan kualitasnya saat pertandingan Liga Champions antara Juventus vs Lokomotiv Moscow, Rabu (23/10/19) dini hari tadi.

Menjamu Lokomotiv Moscow di Allianz Arena, Juventus berhasil menang dengan meyakinkan. Sempat tertinggal lebih dulu, Bianconeri berhasil menutup laga dengan kemenangan 2-1.

Dua gol yang dicetak Juventus berasal dari kreativitas Paulo Dybala yang di pertandingan menghadapi Lokomotiv Moscow dimainkan sejak menit pertama.

Hebatnya, aksi brace Dybala itu tercipta dalam kurun waktu yang sangat singkat. Hanya berjarak dua menit saja, yaitu menit ke-77 dan ke-79, langsung membalikkan kedudukan untuk Juventus.

Dybala melesakkan gol pertama menggunakan kaki kirinya usai menerima umpan cepat dari Juan Cuadrado. Bola yang ditendang Dybala tepat menembus sudut kiri gawang Moskow, yang membuat kiper lawan tak berkutik sama sekali.

Sementara gol kedua Dybala tercipta dari jarak dekat saat tembakan Alex Sandro dimentahkan oleh kiper Moskow, Guilherme Marinato.

Brace (dua gol) Paulo Dybala yang memenangkan Juventus dini hari tadi membawa timnya menduduki puncak klasemen sementara Grup D Liga Champions, dibuntuti oleh Atletico Madrid yang juga baru menang.

Selain membawa Juventus ke puncak klasemen sementara di fase grup, Dybala juga makin membuktikan bahwa dirinya memang punya kualitas kepada manajemen Juventus setelah apa yang terjadi di bursa transfer musim panas kemarin.

Lantas seperti apa kisah Paulo Dybala yang sempat ingin dibuang Juventus di bursa transfer kemarin hingga kini jadi kesayangan? Simak selengkapnya.

1. Dybala Tak Diinginkan Sarri di Juventus

Paulo Dybala (kiri) dibayangi Brian Idowu (kanan) saat menendang bola pada laga Juventus vs Lokomotiv Moskow di Liga Champions 2019/2020, Rabu (23/10/19).

Semusim setelah kedatangan Cristiano Ronaldo, Juventus mengalami perubahan khususnya pada gaya bermain yang serba cepat. Hal inilah yang membuat Paulo Dybala dikabarkan tidak betah dengan gaya main Juventus.

Oleh karena itu, pihak manajemen Juventus pun berusaha untuk melego striker Timnas Argentina itu di sepanjang bursa transfer musim panas 2019 kemarin.

Awalnya, klub Si Nyonya Tua menawarkan Dybala ke Manchester United. Namun, striker asal Argentina itu justru menolak dan berkata ia lebih memilih gabung Tottenham Hotspur yang memang juga menaruh minat kepadanya.

Akan tetapi, ketika klub asal London itu benar-benar memberinya penawaran, Dybala menolak lagi dan berdalih bahwa klub impiannya adalah Inter Milan atau Paris Saint-Germain. Keputusannya ini membuat dua klub itu dikabarkan saling sikut.

Tapi hingga bursa transfer musim panas 2019 ditutup, baik Inter Milan atau PSG tak ada yang bisa mendatangkan Dybala. Alhasil, dia pun tetap di Juventus hingga bergulirnya Serie A Italia 2019-2020.

Setelah liga dimulai dan Dybala masih ada di skuatnya, menurut kabar dari portal olahraga Italia, Calciomercato, Maurizio Sarri pun disebut-sebut tidak bakal mengandalkan sang pemain.

Giornata pertama Serie A Italia antara Juventus vs Parma, hal itu terjadi pada Dybala. Dia hanya duduk di bangku cadangan hingga laga berakhir.

Giornata kedua menghadapi Napoli, dia akhirnya mendapat menit bermain. Tapi saat itu Dybala hanya diberi selama 14 menit di atas lapangan hingga pertandingan dimenangkan 4-3 oleh Juventus.

Giornata ketiga dia kembali menghangatkan bangku cadangan selama 90 menit pertandingan menghadapi Fiorentina. Bahkan kejadian ini sempat membuat pihak keluarga Dybala mengecam sikap Sarri.

Mungkin untuk meredam situasi yang tegang antara klub dan keluarga pemain, Sarri pun memutuskan memainkan Dybala sejak menit pertama di laga menghadapi Hellas Verona. Di laga tersebut, Dybala ditarik keluar pada menit 72.

Dybala Sekarang Jadi Kesayangan Juventus

Barulah pada giornata kelima Serie A Italia musim ini saat Juventus bertamu ke markas Brescia pada tanggal 24 September 2019 kemarin. Dybala kembali dimainkan Sarri sebagai starter, meski ditarik pada menit ke-80.

Bermain sebagai tim tamu, Juventus harus kebobolan lebih dulu dari Brescia saat laga baru berjalan 4 menit. Tapi kreativitas Dybala yang mengeksekusi tendangan sudut kala itu, membuat bek Brescia, Jhon Chancellor melakukan gol bunuh diri, Juventus menyamakan kedudukan.

Nampaknya Sarri mulai luluh dengan penampilan Dybala yang memang berkualitas. Laga selanjutnya menghadapi SPAL, Dybala akhirnya diduetkan dengan Cristiano Ronaldo dan kembali mencatat penampilan fantastis.

Dybala kembali mencatat assist pada gol kedua Juventus yang memastikan tiga poin untuk mereka di kandang. Bahkan hebatnya lagi, assist Dybala tersebut diselesaikan oleh Ronaldo dengan tandukan.

Assist yang akurat dan bisa ditanduk dengan benar hingga menghasilkan gol oleh Ronaldo tentu membuat Dybala kembali menjadi kesayangan Juventus. Terlihat sekali sebelum gol tersebut, Ronaldo mulai kesal dengan permainan rekan-rekan setimnya.

Laga selanjutnya di ajang Liga Champions, Dybala bermain hanya 7 menit di pekan kedua Grup D menghadapi Bayer Leverkusen. Meski hanya dimainkan sebagai pemain pengganti, Dybala mencatatkan satu assist lagi-lagi untuk gol Cristiano Ronaldo.

Setelah itu, Dybala akhirnya mencetak gol pertamanya untuk Juventus di musim ini saat pertandingan penting menghadapi Inter Milan. Dybala cetak gol menit ke-4, Juventus menang 2-1 di Giuseppe Meazza.

Dan dini hari tadi saat Juventus menjamu Lokomotiv Moskow, dua gol sekaligus dicetak oleh Dybala dan memenangkan timnya. Penampilan yang terus menanjak membuat Sarri kini tak punya pilihan selain mengandalkannya.

Penampilan Dybala boleh saja menanjak bersama Juventus. Tapi semua keputusan ada di tangan Sarri, apakah dia akan tetap meminta manajemen melepas Dybala di bursa transfer musim dingin pada Januari 2020? Tidak ada yang tahu.

Artikel Asli