Paul Pogba Cerita Awal Mula Jadi Mualaf: Islam Itu Indah

kumparan Dipublikasikan 05.59, 03/08 • Info Bola
Paul Pogba berdoa sebelum bertanding. Foto: FRANCK FIFE / AFP

Gelandang Manchester United, Paul Pogba, berbicara panjang soal keyakinannya memeluk agama Islam. Ia mengaku baru sangat mengenal Islam di usia 20 tahun meski ibunya seorang muslim. Pogba menggali tentang Islam sendiri, bukan pengaruh dari keluarga.

Pogba membuka suara soal keyakinannya memeluk agama Islam kala berbincang di The Times' Life Times Podcast, dikutip dari Independent. Ia menyebut bahwa Islam sering disalahpahami karena maraknya kasus terorisme yang mengatasnamakan agama tersebut.

Dalam perjalanan hidupnya, Pogba mengaku pertama kali mengenal Islam dari ibunya, Yeo Pogba. Meski begitu, ia mengenal Islam lebih dalam bukan dari sang ibu. Mantan pemain Juventus itu mengenal Islam justru dari beberapa temannya.

"Ini adalah perubahan yang bagus dalam kehidupan saya, karena saya tidak lahir sebagai seorang muslim, meskipun ibu saya adalah seorang muslim. Saya tumbuh seperti itu, terima kasih kepada semuanya," tutur Pogba.

Keputusan menjadi seorang mualaf pun tidak diambilnya dengan sembarangan. Pogba mengatakan bahwa ia seringkali berdiskusi dengan teman-temannya dan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk menjadi pemeluk agama Islam.

"Semua berawal karena saya punya banyak teman muslim. Kami selalu berbincang. Saya mempertanyakan banyak hal di dalam diri saya, lalu saya memulai riset. Pernah sekali saya beribadah dengan rekan saya dan saya merasakan sesuatu yang berbeda."

"Sejak hari itu, saya meneruskannya. Anda harus salat lima waktu tiap hari, itu adalah salah satu rukun Islam. Makna mengapa Anda melakukan itu adalah, Anda memohon ampun dan bersyukur atas semua yang telah Anda miliki, seperti kesehatan dan segalanya," Pogba menegaskan.

Paul Pogba saat membela Man United. Foto: Michael Regan/Pool via REUTERS

Sejak menjadi seorang mualaf, Pogba merasakan banyak perubahan dalam hidupnya. Pikirannya jadi lebih terbuka dan membuatnya merasa telah menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Pogba juga menjelaskan makna Islam yang telah dia temukan hingga saat ini. Pemain Timnas Prancis itu memahami bahwa Islam penuh dengan toleransi dan memandang manusia secara utuh.

"Agama ini benar-benar membuka pikiran saya, dan itu membuat saya, mungkin, jadi lebih baik. Anda berpikir lebih banyak tentang akhirat," lanjut Pogba.

"Kehidupan ini punya banyak ujian. Seperti saat saya bersama anda di sini. Meskipun anda bukan seorang muslim, anda adalah manusia biasa. Ada hubungan sebagai sesama manusia dan anda akan saling menghormati, apapun agama, warna kulit anda, dan semuanya," pungkasnya.

Pogba dan trofi Piala Dunia. Foto: REUTERS/Christian Hartmann

Pogba tampak serius dalam menjalani perannya sebagai seorang muslim. Pada beberapa kesempatan, terlebih di masa libur kompetisi, ia kerap mengunjungi kota Mekkah, Arab Saudi, untuk melaksanakan ibadah umrah. Aktivitas itu kerap ia tunjukkan di akun media sosial pribadinya.

Artikel Asli