Pasien Sembuh Corona di Surabaya Tertinggi di Jatim

Tagar.id Dipublikasikan 01.30, 06/06
Pasien Sembuh Corona di Surabaya Tertinggi di Jatim

Surabaya - Penanganan Covid-19 atau virus corona di Jawa Timur terus mengalami peningkatan pada Jumat, 5 Juni 2020. Bahkan untuk pertama kalinya, jumlah pasien sembuh melebihi kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan jumlah pasien Covid-19 dinyatakan sembuh di Jawa Timur sebanyak 154 pasien. Sementara jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 134 pasien. Melihat jumlah Khofifah mengaku senang dan terus memuji tim kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Kabupaten Gresik, Kediri, Lamongan, dan Kota Malang jumlah pasien sembuh dua orang.

"Alhamdulillah, hari ini kita kembali bersyukur jumlah pasien sembuh terus meningkat. Hari ini (Jumat) pukul 17.00 WIB jumlah pasien sembuh di Jatim mencapai 154 orang," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat, 5 Juni 2020 malam.

Khofifah merinci dari 154 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh yakni 132 orang dari Surabaya, lima dari Ponorogo, dan tiga orang masing-masing dari Probolinggo serta Nganjuk. Dengan bertambahnya 154 orang, total pasien sembuh di Jatim mencapai 1.361 orang atau 24,54 persen.

"Kabupaten Gresik, Kediri, Lamongan, dan Kota Malang jumlah pasien sembuh dua orang. Sementara satu orang masing-masing dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Lumajang," tuturnya.

Sementara untuk data pasien positif Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan 134 kasus. Dengan demikian, total kasus pasien positif Covid-19 total mencapai 5.547 orang.

"Dari total kasus tersebut, 3.689 pasien masih menjalani perawatan. Selain itu, jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 16 orang dengan total sudah 462 pasien meninggal dunia," kata dia.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 7.111 orang, kemudian orang dalam pemantauan (ODP) 25.294 orang, dan kasus orang tanpa gejala (OTG) 19.857 orang.

Terpisah, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita mengatakan tren peningkatan kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya ini cukup signifikan. Terus bertambahnya pasien sembuh dikarenakan semakin banyaknya bantuan mesin polymerase chain reaction (PCR) dari pemerintah pusat.

“Kalau total hingga saat ini ada 742 orang yang sudah sembuh,” katanya.

Menariknya, meningkatnya kesembuhan pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji ini terus meningkat. Pada Selasa ada 32 orang dinyatakan sembuh dan dipulangkan. Kemudian, pada Kamis 4 Juni 2020 ada 70 orang.

“Mudah mudahan ke depan makin tinggi tingkat kesembuhannya,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya ini juga mengungkapkan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kesembuhan warga yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji itu terus meningkat. Salah satunya karena adanya dukungan moral para petugas di sana sehingga membuat warga itu merasa gembira.

“Kalau di Asrama Haji itu positif tapi OTG (orang tanpa gejala), mereka gembira imunnya naik, kemudian kita berikan vitamin. Kemudian makannya juga kita pantau dan mereka juga olahraga berjemur,” kata dia.

Pasien yang dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari Hotel Asrama Haji ini sebelumnya telah menjalani pemeriksaan swab sebanyak dua kali. Meski sebelumnya pemkot sempat mengalami kendala karena kurangnya alat swab, namun tidak untuk sekarang.

“Memang swab kemarin sempat tertunda, jadi kita lakukan swab ulang. Tapi sekarang bisa cepat, karena kemarin terhambat karena lab-nya lama kemudian antre, kalau sekarang bisa cepat,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpesan kepada seluruh pasien yang telah sembuh dan warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Bahkan mungkin nanti ke depan saya minta protokol seperti ini. Selalu cuci tangan dan menggunakan masker kalau mereka keluar. Karena itulah cara satu-satunya kita menjaga kesehatan kita pada saat seperti ini,” kata tuturnya. []

Artikel Asli