Pasien Corona di Serang Diperlakukan Lebih Diskriminatif dari HIV/AIDS

Kompas.com Dipublikasikan 12.11, 02/07/2020 • Farid Assifa
Shutterstock
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

SERANG, KOMPAS.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banten menutupi jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19. Alasannya, jika dibeberkan dapat menggangu pelayanan di rumah sakit.

"Mereka (rumah sakit) khawatir jika ketika diekspos (nakes terpapar Covid-19) mengganggu pelayanan publik mereka. Mereka khawatir akan meresahkan. Tapi kita terus melakukan pendataan," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Banten, dr Ati Pramudji Hastuti, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: PDP Corona di Serang Meninggal, Punya Riwayat Perjalanan dari Jakarta

Menurut Ati, selain membuat pelayanan rumah sakit terganggu, psikis tenaga medis juga dapat berdampak jika data mereka dibeberkan kepada masyarakat luas.

"Ketika itu terekspos apalagi sampai jumlah dan nama itu sangat mengganggu psikisnya," ujarnya.

Ati yang juga menjabat kepala Dinas Kesehatan ini mengungkapkan, pasien Covid-19 di Banten masih dijauhi atau dibeda-bedakan di tengah masyarakat. Bahkan, lebih parah lagi dengan penderita HIV/AIDS.

"Tentu kita tahu (pasien) untuk Covid masih (diperlakukan) diskriminatif di masyarakat. Bahkan lebih parah diskriminatifnya terhadap penderita HIV/AIDS," ungkapnya.

Baca juga: Ini Alasan Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Berdasarkan data, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Banten hingga 1 Juli 2020 pukul 18.00 WIB sebanyak 1.304 orang.

Di antaranya 288 masih dirawat, 930 dinyatakan sembuh dan 86 orang meninggal dunia akibat Covid-19. (Rasyid Ridho)

Editor: Farid Assifa

Artikel Asli