Pasar Saham Belum Stabil, Ini Antisipasi BNI Life

Bisnis.com Dipublikasikan 12.14, 30/06/2020 • Arif Gunawan
Karyawan berjalan melewati logo BNI Life - Istimewa
Eben Eser Nainggolan, Direktur Keuangan BNI Life, menjelaskan langkah yang diambil perseroan antara lain dengan melakukan monitoring atas pergerakan portofolio secara berkala.

Bisnis.com, JAKARTA - PT BNI Life Insurance mengantisipasi gejolak pasar saham di Indonesia dengan melakukan beberapa strategi dalam menghadapi kondisi pasar yang belum stabil.

Eben Eser Nainggolan, Direktur Keuangan BNI Life, menjelaskan langkah yang diambil perseroan antara lain dengan melakukan monitoring atas pergerakan portofolio secara berkala.

"Kemudian segera mengurangi portfolio yang memiliki volatilitas yang tinggi, menambah portfolio di fix income [goverment bond] dengan selektif dan menambah kas agar BNI Life memiliki portofolio yang sehat dan menjaga likuiditas," ujarnya, Selasa (30/6/2020).

Data AAJI pada kuartal I 2020 menyatakan industri asuransi jiwa membukukan hasil investasi turun hingga 450,8 persen atau sebesar Rp47,05 triliun.

Adapun, BNI Life menyebutkan pertumbuhan hasil investasi yang dilakukan perseroan negatif 6,09 persen (unrealised), yakni dengan penurunan nilai yang tidak terlampau dalam bila dibandingkan dengan industri.

Dengan kondisi pasar yang belum stabil dan pandemi yang belum usai, pihaknya tetap optimistis dengan rasio kecukupan modal atau risk based capital (RBC) BNI Life.

"Di mana pada periode Mei 2020 lalu berada di posisi 779,33 persen, atau lebih tinggi dari batas minimal ketentuan OJK yang sebesar 120 persen," ujarnya.

Artikel Asli