Pasar Dairi Heboh, 1 Wanita Dijemput Mirip Astronaut

Tagar.id Dipublikasikan 12.08, 27/05
Pasar Dairi Heboh, 1 Wanita Dijemput Mirip Astronaut

Dairi - Pengunjung pusat pasar Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, sempat heboh pada Rabu, 27 Mei 2020 siang. Seorang wanita pengunjung pasar, tiba-tiba dijemput petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Belakangan disimpulkan, wanita tersebut negatif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Pelaksana Tugas Direktur Perusahaan daerah (PD) Pasar Dairi, Edward Hutabarat dihubungi melalui telepon seluler menerangkan, wanita dimaksud dijemput tim Public Safety Center (PSC), setelah pemeriksaan awal di gerbang masuk pasar, suhunya 38 derajat celsius.

Saat itu pengunjung pasar lumayan ramai. Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19, termasuk melibatkan Kodim 0206 Dairi melakukan pengawasan di gerbang masuk, Jalan Pekan Sidikalang. Setiap warga yang masuk diwajibkan pakai masker.

Pada saat pengawasan, personel memeriksa suhu tubuh pengunjung. Kebetulan ada seorang wanita tidak mengenakan masker. Ketika dilakukan kontrol suhu tubuh menggunakan thermo gun, suhu tubuhnya 38 derajat celsius.

Sekilas gerak badan wanita itu tidak ada masalah. Ia tampak mengunyah sirih serta tidak batuk atau pilek. Namun, tak lama berselang tim medis dari RSUD Sidikalang bersama PSC, tiba di lokasi menggunakan APD lengkap. Diakui, suasana sempat mencemaskan, apalagi penjemputan wanita itu mengenakan pakaian ala astronaut.

Dia pembeli dan seorang pendatang. Bukan pedagang. Kelelahan, kecapekan, dan kurang minum

Setelah pemeriksaan di RSUD Sidikalang, perempuan paruh baya beralamat di sekitaran Kilometer 5 Jalan Tigalingga itu pulang naik angkot. Pemeriksaan alat manual di RSUD, suhu tubuh 37 derajat celsius.

“Negatif berdasarkan hasil rapid test dan suhu 37 derajat celsius. Dokumen itu sudah dipegangnya. Perempuan itu mengaku kurang tidur,” kata Edward.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Frisda Turnip dikonfirmasi Tagar lewat telepon seluler mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan suhu tubuh wanita dimaksud 37,2 derajat celsius.

“Dia pembeli dan seorang pendatang. Bukan pedagang. Kelelahan, kecapekan, dan kurang minum. Suhunya bukan 38 tapi 37,2 derajat celsiusnya. Nggak kenapa-kenapanya dia. Tapi karena suhunya di atas 37, kita periksa lanjut. Laporan RSUD, sudah pulang,” katanya.

Ditanya tentang situasi pusat pasar Sidikalang yang cukup ramai terlebih pada hari Rabu dan Sabtu, Frisda membenarkan. Dikatakannya, hal itu sudah dibahas.

“Kita juga sudah ada rapat pembahasan pasar ini. Cuma, belum final. Koordinatornya, Pak Hutabarat yang lebih tahu. Intinya sedang proses pengaturanlah ini. Yang kita pusingkan adalah pedagang temporer. Yang hari Sabtu saja datang. Solusinya kemarin nggak putus. Belum final,” kata Frisda.

Disebut, salah satu opsi adalah membuat sekat. “Gimana kalau ditempatkan di sekat-sekat. Kalau disekat, kurang luas. Kalau dipakai lagi parkiran, mau dimana lagi parkiran. Belum final. Tapi ini sudah menjadi pembahasan. Kalau pun ramai, tapi terurai. Ada jarak antar pedagang maupun pengunjung,” imbuhnya.

Ditambahkan Frisda, di lima pintu masuk pusat pasar Sidikalang telah ditempatkan petugas pengawasan serta tempat cuci tangan. Untuk pusat pasar lainnya di Kabupaten Dairi, juga telah direncanakan untuk membentuk tim pengawasan.

Sementara itu, sebagaimana pantauan Tagar pada Sabtu, 23 Mei 2020, pusat pasar Sidikalang sangat padat. Protokol jaga jarak, tidak diindahkan pedagang maupun pengunjung.[]

Artikel Asli