Panitia SEA Games Filipina Pastikan Seluruh Makanan Atlet Halal

kumparan Dipublikasikan 03.42, 28/11/2019 • Fadjar Hadi
SEA Games 2019 di Filipina. Foto: 2019 Seagames.com

Panitia SEA Games 2019 di Filipina angkat bicara mengenai insiden daging babi yang disuguhkan kepada atlet yang beragama Muslim.

Setelah insiden tersebut menuai polemik, kepala koki SEA Games Filipina, Bruce Lim, memutuskan untuk menyediakan makanan full halal selama berlangsungnya SEA Games.

"Kami memutuskan seluruh makanan halal untuk SEA Games karena kami ingin memberikan jalan bagi saudara-saudari Muslim kami, bahwa kami peduli pada mereka," kata Lim dalam konferensi pers oleh Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina, Rabu di World Trade, dikutip dari media inquirer, Kamis (28/11).

Lim mengaku beberapa pihak mengkritisi dan mempertanyakan keputusannya yang akan menyajikan makanan full halal bagi para atlet selama SEA Games. Menurutnya langkah itu dipilih demi keadilan dan keselamatan para atlet Muslim

"Saya tahu semua orang bertanya-tanya mengapa kami menyediakan makanan halal penuh, saya pikir itu untuk keselamatan para atlet dan kami ingin bersikap adil dengan semua orang. Saya percaya bahwa orang yang (biasa) mengkonsumsi daging babi (tetap) dapat hidup selama 15 hari tanpa (makan babi)," ucap Lim.

Lim menuturkan, persiapan untuk menyediakan makanan full halal ini cukup berat karena hanya beberapa hotel saja yang memiliki sertifikasi halal. Maka dari itu, Lim akan meminta bantuan dari pihak ketiga dalam membuat dan menyediakan makanan halal untuk para atlet.

"Sangat sulit bagi negara yang terutama bukan negara (mayoritas) Muslim atau negara tanpa-babi untuk kita melaksanakan ini," ucap Lim.

"Jika Anda perhatikan, beberapa hotel tidak bersertifikat halal, maka yang kami lakukan adalah membawa kontraktor pihak ketiga untuk membantu kami yang bersertifikat halal," tambahnya.

Makanan ekstrim Filipina Foto: Pixabay

Lebih jauh, Lim mengatakan bagi para atlet yang masih ingin mengkonsumsi daging babi, mereka dapat melakukannya di luar area SEA Games. Lim kembali menegaskan keputusan ini demi kebaikan para atlet yang beragama muslim.

"Jika mereka ingin makan daging babi, mereka selalu dapat meninggalkan tempat itu dan makan di tempat lain. Tetapi untuk saudara-saudari Muslim kita yang ingin memastikan bahwa mereka memiliki sesuatu di sini yang dapat mereka konsumsi sehingga aman bagi mereka sehingga menjadi perhatian utama kami," tutur Lim.

Sebelumnya keluhan disampaikan para atlet Muslim karena tidak adanya pemisah untuk menu daging babi. Akibatnya, salah satu petugas kontingen Indonesia kepada GMA News mengaku tidak sengaja memakan menu babi.

Artikel Asli