Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Kompas.com Dipublikasikan 15.32, 20/01 • Ardi Priyatno Utomo
Ilustrasi babi

CHONGQING, KOMPAS.com - Sebuah taman bermain di China dikecam setelah memaksa seekor babi melakukan "bungee jumping" dari ketinggian 70 meter.

Aksi "vulgar" itu terekam dan tersebar di media sosial. Menunjukkan dua pria tengah menggotong hewan itu ke platform.

Babi berbobot 75 kg itu digotong dengan kaki diikat, kemudian dipasangi tali "bungee jumping" sebelum didorong dari ketinggian 70 meter.

Baca juga: Muncul Gerakan Save Babi, Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Dilansir The Independent Senin (20/1/2020), teriakan terdengar jelas dari babi itu ketika menjuntai di udara, diiringi tawa dan teriakan pengunjung.

Taman bermain itu terletak di Chongqing, China, dengan aksi itu dimaksudkan sebagai pembukaan atraksi pada 18 Januari kemarin.

Netizen Negeri "Panda" langsung bereaksi dengan mengecam manajemen telah melakukan kekejaman dan penyiksaan terhadap binatang.

"Kalian tentu tidak bisa menyiksa seekor babi hanya karena Tahun Babi sudah lewat," ucap seorang warganet di Weibo.

"Ini jelas kekejaman terhadap binatang. Saya menyarankan pemiliknya juga diikat dan didorong bungee jumping," jelas netizen lain.

Taman bermain itu merespons dengan menyatakan mereka meminta maaf, dan menerima segala kritik dan saran yang diberikan.

"Kami akan meningkatkan pelayanan di situs pariwisata kami, sehingga bisa memberikan pengunjung layanan terbaik," ucap pengelola.

Berdasarkan laporan media lokal, si pemilik menceritakan bahwa dia melakukan atraksi tersebut untuk merayakan penurunan harga daging babi.

"Kami sengaja melakukannya di hari pembukaan karena tahun kemarin, harga daging babi sangat tinggi. Baru-baru ini saja menurun," katanya.

Baca juga: Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Selain itu, si pemilik juga mengaku aksi itu merupakan peringatan pergantian Tahun Baru Imlek dari Babi ke Tikus Sabtu ini (25/1/2020).

Juru bicara pengelola menyatakan, babi tersebut langsung dibawa ke rumah jagal setelah aksi, dengan trauma yang didapatkannya "bentuk hiburan".

Penyiksaan terhadap binatang tidaklah dilarang di China. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul petisi agar pemerintah bisa tegas mengambil kebijakan.

Wakil Presiden Kampanye Internasional PETA, Jason Baker, mengatakan bahwa apa yang dilakukan pengelola layak mendapatkan kecaman.

"Bungee jumping adalah pengalaman menakutkan bahkan bagi manusia. Bayangkan saja kaki Anda diikat dan Anda didorong dari tempat tinggi," jelasnya.

"Babi mengalami ketakutan dan kesakitan, sama seperti kita. Semua itu dilakukan hanya demi tawa yang murahan," kecamnya.

Baca juga: Heboh Harimau di Kampus Unsri, BKSDA Sumsel: Ternyata Jejak Kaki Babi Hutan

Penulis: Ardi Priyatno UtomoEditor: Ardi Priyatno Utomo

Artikel Asli