Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pakar: Sifat Individualis Banyak Ditemukan di Miliuner

ilustrasi orang kaya. shutterstock.com
Badziag meneliti langsung 21 miliuner selama lima tahun dan menuliskan hasilnya di buku berjudul The Billion Dollar Secret: 20 Principles of Billionaire Wealth and Success (Rahasia Satu Miliar Dolar: 20 Prinsip Kekayaan dan Kesuksesan Miliarder).

Sifat individualis yang terkadang dicibir banyak orang ternyata membawa sisi positif. Salah satunya bisa membawa kesuksesan. Pakar miliuner menyebut sifat invidualis berarti memiliki ide sendiri dan tak mudah ikut-ikutan pendapat orang.

Dikutip dari Business Insider, miliuner ternyata memiliki sifat individualis sejak usia dini. Mereka percaya kepada insting mereka sendiri meski ada yang meragukan ide mereka.

"Para miliuner adalah non-konformis yang menunjukkan individualisme sejak usia dini ketika mereka mereka kerap melanggar aturan. Selama bertahun-tahun mereka belajar untuk memercayai insting mereka dan melawan arus, bahkan ketika orang sekitar berpikir mereka tidak waras dan menasihati mereka agar tidak coba-coba," ujar Rafael Badziag, seorang pakar psikologi kewirausahaan.

Badziag meneliti langsung 21 miliuner selama lima tahun dan menuliskan hasilnya di buku berjudul The Billion Dollar Secret: 20 Principles of Billionaire Wealth and Success (Rahasia Satu Miliar Dolar: 20 Prinsip Kekayaan dan Kesuksesan Miliarder).

Meski demikian, sifat individualis tersebut sebaiknya tidak menjadi penghambat kerja sama. Penulis Dr. Greg Reid yang mewawancara 100 orang terkaya menyebut kerja sama, bahkan dengan lawan bisnis, bisa membuat tambah kaya.

Trik bekerja sama dengan kompetitor bahkan digunakan oleh orang-orang kaya agar tetap kaya raya. "Berbagai bisnis seringnya dapat menolong satu sama lain," ujarnya.

Selain itu, para miliuner pun diminta jangan sampai enggan mencari pertolongan atau nasihat bila memerlukan. Rafael Badziag berkata tidak melakukan hal tersebut bisa berakibat seperti membuat kesalahan atau tenggelam oleh menumpuknya pekerjaan yang dilakukan.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Artikel Asli