Pakar Kejawen Sebut Stiker Anti Korupsi yang Ditempel Ganjar Pranowo Bagai Doa

Otosia.com Dipublikasikan 13.15, 13/12/2019

Otosia.com -

Saat peringatan hari anti korupsi sedunia (Hakordia) 2019, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menempel stiker ke mobil-mobil dinas Pemprov Jateng. Stiker itu bertuliskan 'Nek Aku Korupsi, Ora Slamet'.

Tak sekadar tulisan rupanya, kalimat pada stiker itu juga sebagai pesan sekaligus doa. Ketua Perempuan Penghayat Indonesia (Puan Hayati) Jawa Tengah, Dwi Setiyani Utami mengatakan, kalimat tersebut memiliki makna sangat dalam bagi kehidupan orang Jawa. kata-kata itu adalah sabda sekaligus doa yang akan memiliki dampak jika dilanggar.

"Keberanian pak Ganjar menyatakan slogan itu, berarti menunjukkan kalau beliau tidak korupsi. Karena kalau sampai korupsi, maka beliau tidak akan selamat. Buktinya sampai sekarang beliau selamat kan?. Kami salut dan suport pak Ganjar yang memiliki prinsip teguh, baik untuk pribadinya dan juga seluruh ASN di Jateng," tegasnya.

 (kpl/tys)

Senada, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro pun menganggap itu adalah langkah positif meskipun kecil karena memakai media stiker. Apalagi menggunakan bahasa jawa yang mudah dipahami.

"Stiker itu maknanya dalam sekali, kalau saya korupsi, saya tidak akan selamat. Artinya apa, itu adalah pengingat sekaligus doa, kalau korupsi maka tidak akan selamat, bisa kecelakaan, ditangkap aparat hukum atau malapetaka lain. Orang Jawa pasti paham soal ini," terangnya.

Pemilihan kata itu disebut mewujudkan komitmen Ganjar untuk tidak melakukan korupsi, baik pribadi maupun secara institusional. Apalagi, sticker itu ditempelkan Ganjar di mobil-mobil dinas Pemprov Jateng. Menurut Triyono, selain untuk pengendara mobil itu, sticker tersebut dapat menjadi media sosialisasi kepada masyarakat luas.

Sumber: Merdeka.com

 Pemasangan stiker anti korupsi Ganjar Pranowo (Merdeka.com)
Pemasangan stiker anti korupsi Ganjar Pranowo (Merdeka.com)
Artikel Asli