Pagi Ini, Planet Venus Hadirkan 2 Fenomena Berbeda di Langit Indonesia

Kompas.com Dipublikasikan 23.01, 12/08 • Ellyvon Pranita
SHUTTERSTOCK
ilustrasi planet Venus

KOMPAS.com- Jika Anda mendapatkan pemandangan menarik berupa benda langit seperti bintang kecil tampak terang sekali di langit pagi ini, bisa jadi itu adalah planet Venus.

Sebenarnya, sejak fajar atau sebelum Matahari terbit telah ada fenomena langit yang berkaitan dengan planet Venus, dan dapat disaksikan oleh masyarakat Indonesia.

Namun, masih bisa Anda saksikan hingga beberapa jam yang akan datang jika langit tidak begitu terang oleh cahaya Matahari.

Berikut dua fenomena langit terkait dengan Venus yang bisa Anda amati hari ini.

Baca juga: Pertama Kali, Peneliti Temukan 37 Gunung Berapi Aktif di Venus

1. Elongasi maksimum Venus

Dijelaskan oleh astronom amatir Marufin Sudibyo, terjadinya elongasi maksimum Venus ini dikarenakan adanya kombinasi orbit Bumi mengelilingi Matahari dan orbit Venus mengelilingi Matahari.

Pada Kamis (13/8/2020), Venus mengalami elongasi barat maksimum. Sehingga, tampak pada kedudukan paling tinggi di langit fajar yaitu sebelum Matahari terbit.

Tepat pada saat Matahari terbit, Venus akan berkedudukan setinggi 45 derajat dan dapat disaksikan sejak 2,5 jam sebelum Matahari terbit.

Baca juga: Alasan Venus Bersinar Terang di Langit Malam Beberapa Hari Terakhir

Namun, dalam keterangan tertulis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), puncaknya elongasi maksimum barat Venus ini terjadi pada pukul 07.21 WIB yaitu sebesar 46 derajat.

Venus akan terletak di 20 derajat Utara Matahari dengan ketinggian 41,3 derajat dan berada di Manzilah Alhena (Gamma Geminorium) Konstelasi Gemini.

Venus dapat diamati dengan mata telanjang karena magnitudonya mencapai minus 4,3 dan lebar sudut 23,8 detik busur.

Elongasi maksimum barat Venus ini terjadi rata-rata setiap 19 bulan sekali. Sebelumnya, elongasi maksimum barat Venus ini pernah terjadi pada 6 Januari 2019.

 

 

Sementara, untuk ke depannya akan terjadi lagi pada tanggal 21 Maret 2022 bertepatan dengan Ekuinoks Aries.

2. Venus Fase Dikotomi

Di hari yang sama Venus akan mencapai elongasi maksimum di arah barat, ternyata planet ini juga berada di fase dikotomi.

Untuk diketahui, dikotomi adalah nama lain dari fase perbani atau kuartir atau kuadratur.

Secara umum, dikotomi adalah konfigurasi ketika Bumi, planet dan Matahari membentuk sudut siku-siku atau 90 derajat.

Baca juga: 2026, NASA Berencana Luncurkan Misi ke Venus

Hal ini membuat bagian planet yaitu Venus yang teramati dari Bumi akan tampak bercahaya 50 persen dari luas piringan.

Kendati terjadi di hari yang sama, tetapi umumnya terjadinya dikotomi Venus akan berselisish beberapa jam dengan elongasi maksimum Venus baik di Barat maupun Timur.

Hal ini dikarenakan orbit Venus tidak tepat berimpit dengan ekliptika atau jalur lintasan benda-benda langit dalam mengelilingi Matahari.

Penulis: Ellyvon PranitaEditor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Artikel Asli