Pabrik Mi Sohun Bercampur Kaporit dan Kecoa di Banyuasin Sudah Beroperasi Selama 25 Tahun

Kompas.com Dipublikasikan 22.38, 22/01/2020 • Candra Setia Budi
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Petugas menyegel pabrik pembuat mi sohun yang diduga menggunakan kaporit serta bercampur kecoa di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (22/1/2020). Pabrik yang telah beroperasi selama 25 tahun itu diduga membuat mi sohun dalam kondisi kurang steril.

KOMPAS.com - Kapolsek Talang Kelapa Kompol Masnoni mengatakan, pabrik pembuat sohun yang berada di Jalan Pangeran Ayin, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), telah beroperasi selama kurun waktu 25 tahun.

Pemasaran sohun itu juga tersebar di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Lubuklinggau, dan Ogan Komering Ulu.

Diketahui, pabrik mi sohun itu digerebek pihak kepolisian setempat bersama tim dari dinas kesehatan.

Baca juga: Polisi Bongkar Pabrik Mi Sohun Bercampur Kecoa dan Kaporit di Banyuasin Sumsel

Dari hasil pengerebekan itu, petugas menemukan pembuatan mi sohun yang kurang steril di pabrik itu.

Bahkan, mi tersebut dibuat dengan menggunakan kaporit. Selain itu, kecoa juga ditemukan tercampur dalam adonan pembuatan mi sohun.

Saat ini, kata Masnoni, pabrik mi sohun itu telah disegel petugas agar tidak melakukan aktivitas.

Baca juga: Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Mie Formalin di Cianjur

Selain itu, sambungnya, pemilik pabrik sohun juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Dugaannya ada penggunaan kaporit dalam pembuatan sohun itu. Untuk kecoa mungkin tidak sengaja masuk adonan. Namun, bukannya dibuang, kecoa itu tetap diaduk bersama adonan pembuat sohun," katanya melalui sambungan telepon, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Sejak Sawah Jadi Pabrik, Warga Harapan Mulya Bekasi Rutin Kebanjiran

Saat ini, sampel dari mi sohun tersebut telah diambil oleh dinas kesehatan untuk diuji laboratorium.

"Kita tunggu rekomendasi dinas kesehatan dulu, jika ditemukan ada unsur pidana, maka akan kami proses," ujarnya.

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Farid Assifa)

Editor: Candra Setia Budi

Artikel Asli