[POPULER NUSANTARA] AKBP Andi Nurwandi Jatuh dari Tebing Gunung Parang | Orang Tua Murid PAUD Tak Percaya Anaknya Terpeleset ke Parit

Kompas.com Dipublikasikan 22.45, 15/12/2019 • Setyo Puji
Shutterstock
Ilustrasi tewas.

KOMPAS.com - Berita populer nusantara kali ini diawali dengan Mantan Kapolres Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Nurwandi yang meninggal karena kecelakaan saat mendaki Gunung Parang di Desa Sukamulya, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Korban jatuh dari ketinggian 50 meter saat turun dari tebing, karena tali yang digunakan tiba-tiba putus.

Berita ini pun menjadi perhatian pembacaan di Kompas.com.

Selanjutnya adalah kecurigaan orang tua dari bocah yang hilang di PAUD, Yusuf Achmad Ghazali (4).

Orang tua Yusuf, Bambang Sulistio dan Melisari tidak percaya anaknya disebut terpeleset ke parit dan dibawa arus banjir.

Alasannya, karena banyak kejanggalan yang ditemukan.

Berikut ini lima populer nusantara selengkapnya :

*1. Jatuh dari tebing gunung parang, AKBP Andi Nurwandi *

meninggal

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Nurwandi meninggal karena terjatuh saat mendaki Gunung Parang di Desa Sukamulya, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/12/2019).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta AKBP Handreas Ardian mengatakan, sore itu Andi beserta adik dan anaknya naik ke tebing Gunung Parang.

Saat turun, tali yang digunakan tiba-tiba terputus. Andi jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter.

"Pada saat terjatuh masih ada detak jantung dan di perjalanan almarhum meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB," kata Handreas.

Baca juga: Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

 

*2. Kecurigaan orang tua murid PAUD yang tak yakin anaknya *

hilang terpeleset ke parit

Orangtua Yusuf Achmad Ghazali, Bambang Sulistio tak percaya anaknya terpeleset di parit depan PAUD, lalu terbawa arus hingga ke lokasi penemuan jasad di Jalan Antasari II, Teluk Lerong Ilir.

Bambang meminta polisi untuk kembali melakukan penyelidikan dan membuka kemungkinan lain terkait kasus anaknya yang hilang.

Kecurigaan Bambang, setelah dia bersama tim relawan menyusuri saluran drainase dari titik PAUD ke lokasi penemuan jasad yang diduga anaknya.

Di sepanjang lokasi itu ditemukan ada dua titik teralis besi penyaring sampah yang terpasang.

Sehingga, ia yakin jenasah bocah yang di parit itu bukan anaknya. Sebab, kalau pun terbawa arus, tidak mungkin tubuh anaknya bisa menembus teralis besi tersebut.

"Botol air mineral saja nyangkut, apalagi anak saya sebesar itu," kata dia.

Baca juga: Kecurigaan Orangtua Murid PAUD yang Tak Yakin Anaknya Hilang Terpeleset ke Parit

 

*3. Kisah tunanetra merawat anak dan istri gangguan jiwa, *

berharap belas kasihan dari tetangga

Seorang warga di Kampung Mano-Nancang, Kelurahan Mandosawu, Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Martinus Adat (64) mengalami tunanetra sejak lahir.

Di tengah keterbatasannya, Martinus masih tetap setia merawat istri dan anaknya yang menderita gangguan jiwa.

Untuk menyambung hidupnya, Martinus dan keluarga mengharapkan belas kasihan orang lain.

"Untuk menghidupkan keluarga, saya menerima beras dari tetangga atau keluarga, atau orang yang memiliki kecukupan saat berkunjung ke rumah. Hidup kami atas belas kasihan tetangga dan orang yang selalu mengunjungi rumah kami," ujar Martinus, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Kisah Tunanetra Merawat Anak dan Istri Gangguan Jiwa, Berharap Belas Kasihan dari Tetangga

 

4. Kontraktor pembangunan rumah deret Tamansari ternyata

masuk daftar hitam

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengkaji kontrak kerjasama dengan PT Sartonia Agung dalam proyek pembangunan Rumah Deret Tamansari.

Pasalnya, PT Sartonia Agung masuk dalam daftar hitam aktif. Terhitung sejak 31 Juli 2018 hingga 31 Juli 2020.

Karena itu, evaluasi diperlukan agar PT Sartonia Agung tidak mengulangi kesalahan sebelumnya.

"Yang dibangun ini adalah gedung untuk masyarakat. Kenyamanan dan keamanan perlu diperhatikan. Bayangkan kalau asal asalan dan tidak sesuai aturan, ini bahaya," kata Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Aan Andi Purnama.

Baca juga: Kontraktor Pembangunan Rumah Deret Tamansari Ternyata Masuk Daftar Hitam

 

5. Ular kobra kini masuk kawasan pertokoan

Ular kobra seukuran pipa paralon tiga perempat dan panjang lebih dari 1 meter hebohkan warga di Jember, Jawa Timur.

Pasalnya, setelah masuk kawasan masjid, rumah, dan indekos mahasiswi ular tersebut kembali muncul di kamar mandi toko sepatu di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.

“Ularnya seperti ular kobra, tegak kepalanya dan berdesis,” tutur Adil, salah seorang warga yang berjualan di kawasan tersebut.

Karena dianggap membahayakan warga, akhirnya ular itu langsung dibunuh.

Sumber: KOMPAS.com (Bagus Supriadi, Markus Makur, Putra Prima Perdana, Farida Farhan, Zakarias Demon Daton, Editor: Abba Gabrilin, David Oliver Purba)

Penulis: Setyo PujiEditor: Setyo Puji

Artikel Asli