PM Lebanon Mundur dan Bubarkan Kabinet Usai Ledakan Beirut

Dream.co.id Dipublikasikan 10.00, 11/08
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mundur (aa.com.tr)
Hassan Diab mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin malam waktu Lebanon.

Dream - Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, mengundurkan diri dan membubarkan kabinet usai ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut. Keputusan untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan tanggung jawab pemerintah terkait ledakan tersebut.

"Hari ini, saya umumkan pembubaran pemerintahan ini. Semoga Tuhan melindungi Lebanon," ujar Diab dalam pidatonya, dikutip dari NPR.

Diab mundur paska-ledakan hebat pada Selasa pekan lalu yang disebabkan terbakarnya 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang di pelabuhan. Sedikitnya 160 orang tewas akibat ledakan tersebut.

Insiden itu membuat rakyat Lebanon marah dan menuntut tanggung jawab pemerintah atas kejadian ini. Unjuk rasa berlangsung di Beirut selama tiga hari, tidak jarang terjadi ketegangan.

Diab telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Lebanon, Michel Aoun dan disetujui. Tetapi, Aoun meminta Diab tetap menduduki jabatan sebagai perdana menteri hingga terbentuknya kabinet baru.

 

Insiden ledakan tersebut, bagi warga Lebanon, harus menjadi peristiwa pelik terakhir mengingat negara itu dilanda krisis multi-dimensi. Ekonomi terpuruk, angka korupsi yang tinggi, serta tata kelola pemerintahan yang buruk membuat rakyat Lebanon sangat kecewa dan menuntut perubahan hingga ke akar.

"Seluruh rezim harus berubah, tidak ada artinya ada pemerintahan baru. Kami menuntut segera ada pemilihan umum," kata Joe Hadad, insinyur asal Beirut.

Posisi Diab akan digantikan setelah Presiden Aoun berdiskusi dengan parlemen Lebanon. Sebagai Presiden, Aoun diwajibkan mengajukan usulan calon perdana menteri dan mengumpulkan dukungan dari parlemen.

Sebelum Diab mengumumkan keputusannya, sudah ada beberapa menteri yang mundur lebih dulu. Sisanya, termasuk menteri keuangan Lebanon berencana mengikuti langkah tersebut. 

Artikel Asli