PKS Minta Pemerintah Pulangkan Rizieq Syihab

kumparan Dipublikasikan 08.09, 16/11/2019 • Jihad Akbar
Rizieq Shihab. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

PKS meminta pemerintah untuk segera memulangkan Imam Besar FPI Rizieq Syihab. Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) saat penutupan rapat koordinasi nasional PKS.

Dalam pidatonya, HNW menyinggung peran sejumlah habib dalam kemerdekaan Indonesia melalui jalur dakwah.

"Habib bagian dari kebangsaan kita. Jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama," kata HNW di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11).

Oleh karena itu, HNW meminta pemerintah untuk segera memulangkan Rizieq Syihab ke Indonesia. Wakil Ketua MPR itu mengatakan pihaknya berupaya mendoromg pemerintah melalui fraksi di parlemen.

"Komisi I dan II dari fraksi (PKS) mengingatkan agar pemerintah segera memulangkan dan menerima dengan baik Habib Muhammad Rizieq Syihab itu adalah bagian dari ini," kata dia.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menurut HNW, kepergian Rizieq Syihab ke Mekkah lantaran adanya masa pemilu yang sempat berlangsung di Indonesia. Setelah pemilu usai, kata dia, seharusnya Rizieq dapat kembali ke Indonesia dengan aman.

"Karena sebab beliau tidak boleh pulang itu karena terkait masa pemilu. Pemilu sudah selesai dan semua aman damai, ya harusnya belaiu kemudian bisa dipulangkan kembali ke Indonesia," tutup dia.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD telah meminta Rizieq Syihab melaporkan ke keduataan RI atau konsulat jenderal. Hal itu terkait dugan pelarangan Rizieq pulang ke Tanah Air apabila dicekal pemerintah Arab Saudi.

Ia menyebut pemerintah akan selalu melindungi WNI di luar negeri yang bermasalah dan tidak bisa kembali pulang ke tanah air.

“Pemerintah pasti membantu, tapi apakah dia pernah lapor? Di luar negeri kalau ada masalah rakyat telantar, TKW atau apa kan lapor ke kedutaan lalu diurus satu-satu. Ini enggak pernah lapor tapi minta diurus kita, ngurus apa? Makanya saya katakan tunjukan ke saya apa itu bisa diurus,” kata Mahfud Jumat (15/11).

Artikel Asli