PGRI Minta Aturan New Normal Sekolah Tak Hanya Pakai Perspektif di Jakarta

kumparan Dipublikasikan 01.49, 02/06 • kumparanNEWS
Ketua PGRI Unifah Rosyidi di Kantor Wakil Presiden. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi meminta pemerintah untuk tak hanya menggunakan perspektif di Jakarta saja saat menyusun aturan new normal sekolah. Menurut Unifah, wilayah Indonesia yang luas dan keberagaman di dalamnya membuat pemerintah harus mempertimbangkan matang-matang saat menyusun aturan.

"Menganalisis sebuah kebijakan jangan dilihat dari perspektif di Jakarta harusnya lihat perspektif yang lebih luas, bahwa Indonesia itu dengan 45 juta siswa, 3,3 juta guru dari kementerian pendidikan ditambah puluhan juta lagi siswa dan 1 juta lebih guru di kementerian agama belum yang di pesantren, kalau keputusannya dilakukan secara tergesa-gesa bisa dibayangkan efek yang akan terjadi," ujar Unifah saat dihubungi kumparan, Senin (1/6).

Ilustrasi sekolah dasar. Foto: Shutter Stock

Selain itu, kata Unifah, faktor keamanan di tengah pandemi juga harus diperhatikan. Sebab, menurut dia, meski pendidikan penting namun faktor keamanan dan keselamatan anak didik harus dijamin.

"Meskipun anak-anak pada umumnya pengin sekolah karena kesel, tapi kan keinginan untuk sekolah itu mungkin anak-anak belum memikirkan dampak bagi dirinya, namanya anak anak. Tapi begitu yang tahu bahwa ini sangat berbahaya dan tentu saja kita yang harus memutuskan yang terbaik buat anak anak," ucapnya.

Sebelum isu ini ramai dibicarakan, sebenarnya PGRI sudah menyampaikan hal itu ke Kemendikbud. PGRI meminta Kemendikbud mendengarkan keluh kesah dan pendapat para guru soal aturan new normal sekolah.

"Jadi PGRI sangat konsisten, sejak awal kami melemparkan gagasan untuk mendengar dari berbagai pihak, sebelum ini ramai dibicarakan banyak orang, PGRI lah yang mengingatkan kemendikbud bahwa jangan ambil keputusan sendiri, coba dengarkan," ungkap Unifah.

Di balik ajakan untuk mendiskusikan lagi isi aturan new normal sekolah, Unifah juga mengapresiasi pernyataan Ketua DPR Puan Maharani. Puan sebelumnya mendesak pemerintah untuk mendengarkan para pendidik, orang tua murid, dan organisasi pendidikan sebelum membuka sekolah lagi.

Puan mengingatkan, penerapan new normal di sekolah harus melihat perkembangan wabah corona di Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus terbuka dengan usulan membuka sekolah setelah wabah corona berhasil dikendalikan.

"PGRI mengapresiasi apa yang disampaikan oleh ibu ketua DPR ibu Puan Maharani bahwa memang sebaiknya proses pengambilan keputusan itu menyerap, mendengar, berbagai pihak ya termasuk para pendidik yang diwakili kami misalnya organisasi profesi dan yang paling utama para ahli terutama di bidang kesehatan jadi itu sudah benar," pungkasnya.

---------------------------------------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

Artikel Asli