Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

10 Tahun tanpa Perbaikan, Trotoar Alun-Alun Merdeka Ngawi Banyak yang Rusak

10 Tahun tanpa Perbaikan, Trotoar Alun-Alun Merdeka Ngawi Banyak yang Rusak

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Keindahan Alun-Alun Merdeka, Ngawi, terusik dengan banyaknya titik kerusakan jalur pedestrian. Lantai keramik pada trotoar sisi barat, utara, dan selatan ruang terbuka hijau (RTH) itu hilang, retak, dan berlubang. Kerusakan terparah di depan Masjid Agung Baiturrahman, terdapat lubang sedalam sekitar 30 sentimeter. Kondisinya membuat tidak nyaman dan membahayakan pejalan kaki.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Mohammad Sadli mengungkapkan, perbaikan trotoar alun-alun masuk perencanaan lembaganya. Bahkan, pihaknya telah mengusulkan rehabilitasi total pada 2019. Sebab, jalur pedestrian itu belum tersentuh perbaikan secara menyeluruh lebih dari 10 tahun. Namun, program tersebut batal lantaran anggarannya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. ”Kami baru bisa memperbaiki trotoar sisi timur akhir 2021,” katanya, Kamis (23/6).

Dua tahun lalu, DPUPR juga telah mengusulkan perbaikan trotoar alun-alun dan enam ruas lainnya di wilayah perkotaan kepada pemerintah pusat. Anggarannya ditaksir mencapai Rp 106 miliar. Akan tetapi, permohonan yang telah diikuti dengan survei itu belum mendapatkan jawaban. ‘’Dari APBD tahun ini belum ada rehabilitasi total karena fokusnya masih perbaikan jalan,” ujarnya.

Selain rusak, kondisi jalur pedestrian kabupaten ini belum sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 03/PRT/M/2014. Regulasi itu menetapkan batasan lebar pejalan kaki di jalan lokal 1,2 meter dan arteri 1,8 meter. ‘’Yang menjadi masalah adalah luasan lahan untuk trotoar tidak memadai,’’ ucap Sadli. (mg2/c1/cor)

Artikel Asli