PERTAMA DI ASIA, Gadis India Terima Donor Tangan Pria, Bentuk & Warna Kulit Kini Jadi Sorotan, Nyata

Tribun Style Dipublikasikan 01.59, 02/06 • Febriana Nur Insani
Shreya Siddanagowder, penerima donor tangan antar gender pertama di Asia

TRIBUNSTYLE.COM - Donor tangan ternyata nyata terjadi. Gadis India bernama Shreya Siddanagowder menjadi orang pertama di Asia yang berhasil jalani transplantasi tangan antar gender. Seperti apa bentuk dan warna tangan Shreya Siddanagowder kini?

Dalam dunia kesehatan kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah transplantasi organ tubuh manusia.

Selain dapat menolong nyawa orang lain, proses transplantasi organ tentunya memiliki risiko yang besar.

Mengingat bisa saja terjadi 'penolakan' dari tubuh si penerima.

Beberapa kasus transplantasi organ tubuh yang kerap terjadi di antaranya ginjal, kornea, hati hingga jantung.

Beberapa waktu lalu terjadi proses transplantasi organ tubuh yang cukup langka.

Seorang gadis di India bernama Shreya Siddanagowder dikabarkan menerima donor tangan.

Shreya Siddanagowder (Facebook MOHAN Foundation)

Dilansir TribunStyle.com dari Indian Express, Shreya menjadi orang pertama di Asia yang menjalani transplantasi tangan antar gender.

Kejadian itu bermula dari kecelakaan bus yang dialami Shreya pada tahun 2016 silam.

Peristiwa tersebut membuat kedua tangan Shreya harus diamputasi dari siku ke bawah.

Setahun kemudian Shreya menyambangi Amrita Institute untuk mendaftar transplantasi.

Saat berada di rumah sakit tersebut Shreya mengaku sempat bertemu dengan seseorang warga negara Afghanistan yang telah menunggu donor selama satu tahun.

Shreya pun diberi tahu bila donor tangan memang jarang terjadi, ia pun diminta untuk menunggu beberapa bulan lagi.

Namun saat kembali ke hotel, Shreya dihubungi oleh pihak rumah sakit untuk segera melakukan tes darah.

Belakangan diketahui seorang siswa laki-laki bernama Sachin dinyatakan mati otak pada hari itu setelah terlibat kecelakaan sepeda.

Pihak keluarga Sachin pun telah setuju untuk menyumbangkan tangan dan organ-organ lainnya.

Shreya Siddanagowder (2) (Facebook MOHAN Foundation)

Setelah hasil tes darah dinyatakan memungkinkan selanjutnya pada 9 Agustus 2017 terjadilah proses transplantasi tangan selama 13 jam lamanya.

Transplantasi tangan yang dijalani Shreya dibantu 20 ahli bedah dan 16 anestesi.

Tangan donor pertama-tama ditempelkan oleh tulang, lalu arteri, vena, dan otot tendon sebelum kulit dijahit ke anggota tubuh bagian atas Shreya.

Selama satu setengah tahun Shreya harus menjalani fisioterapi intensif.

Salah satu perubahan pertama yang terlihat adalah penurunan berat badan karena lemak ekstra perlahan larut menyesuaikan dengan anggota tubuh bagian atas yang lebih ramping.

"Saraf mulai mengirim sinyal, disebut reinnervasi, dan otot berfungsi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pria akan memiliki fungsi otot yang berbeda dari wanita.

Otot-otot di tangannya mungkin sudah mulai beradaptasi dengan tubuh wanita," ujar Ketaki Doke, fisioterapis yang menangani Shreya.

Tak hanya itu, dalam 3 hingga 4 bulan kemudian ibunda Shreya menyadari bila jari-jari anaknya terlihat lebih ramping.

“Aku melihat tangannya setiap hari. Jari-jari menjadi seperti wanita, pergelangan tangan lebih kecil. Ini adalah perubahan luar biasa,” ungkapnya.

Tangan Shreya Siddanagowder (Facebook MOHAN Foundation)

Iyer, dari Amrita Institue menduga hormon wanita telah membawa pengaruh besar akan perubahan itu.

“Ini adalah kasus pertama kami transplantasi tangan pria ke wanita. Kami hanya bisa menduga bahwa hormon wanita telah menyebabkan perubahan tetapi menilai penyebab pastinya sulit, ”kata Iyer.

Meskipun bentuk dan warna tangan hasil transplantasi mulai menyesuaikan tubuh Shreya, para ahli masih belum bisa memberikan penyebab pasti mengenai hal itu.

Perlu adanya penelitian yang mendalam atas kasus-kasus seperti yang dialami Shreya.

Dokter Uday Khopkar, Kepala Dermatologi KEM Hospital di Mumbai bahkan  belum bisa berkomentar banyak.

“Transplantasi tangan jarang terjadi, dan transformasi warna seperti itu lebih jarang. Kami tidak dapat berkomentar sampai penelitian yang tepat dilakukan," ucap Dokter Uday.

Artikel Asli