Ouroboros, Lingkaran Keabadian dari Peradaban Kuno

INDOZONE.ID Dipublikasikan 14.30, 17/01/2020 • Desika Pemita
Ouroboros, Lingkaran Keabadian dari Peradaban Kuno
Ouroboros, simbol yang paling dikenal secara universal karena berbagai peradaban kuno di dunia memiliki mitologi mereka.

Ouroboros atau yang berarti 'pelahap ekor' dalam bahasa Yunani, merupakan sebuah simbol yang digambarkan sebagai seekor ular yang melingkar dan membentuk satu lingkaran penuh untuk memakan ekornya sendiri. Ouroboros merupakan salah satu simbol yang paling dikenal secara universal karena berbagai peradaban kuno di dunia memiliki mitologi mereka tersendiri mengenai asal usul dan makna yang melambangkan Ouroboros tersebut. 

Akan tetapi, yang perlu kamu ketahui adalah Ouroboros sebenarnya bukan merupakan mitologi yang bersumber dari zaman Yunani kuno. Melainkan, Ouroboros tertua diketahui sudah menjadi bagian dari kepercayaan peradaban Mesir kuno sejak 1.300 tahun sebelum masehi.

Simbol tersebut tepatnya terdapat pada Kuil Emas yang terletak di Makam Tutankhamen, 'King Tut'. Bagi peradaban Mesir kuno, Ouroboros dipercayai sebagai simbol yang melambangkan misteri dari siklus perputaran waktu yang terus berulang dan kembali ke titik awal. Jadi, bukan seperti yang masyarakat modern percayai dimana waktu itu terus berjalan dari masa lalu ke masa depan dalam satu garis lurus.

Selain itu, semenjak abad ke-3 setelah masehi, Ouroboros diketahui telah digunakan oleh peradaban Yunani sebagai simbol dalam ilmu alchemy yang melambangkan konsep keabadian,infinity, dan juga siklus pertemuan antara titik permulaan dan akhir.

Tidak hanya itu, menurut mitologi Nordik, Ouroboros dikenal dengan sebutan 'Jörmungandr' yang berwujud ular raksasa dimana tubuh ular tersebut mengelilingi dunia dengan ekor berada di mulutnya.

Kemudian, kepercayaan Hindu mempercayai bahwa Ouroboros merupakan ular raksasa yang menjadi fondasi atau tempat dimana bumi ini diletakkan. Bahkan pada masa Renaissance, simbol ini lagi-lagi digunakan sebagai simbol yang mempresentasikan keabadian.

Artikel Asli