Orangtua Beri Kopi pada Balita, Pahami Efek Negatifnya

Kompas.com Dipublikasikan 05.20, 17/09/2019 • Ariska Puspita Anggraini
Eldoradosupervector/Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Bayi 14 bulan asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi pemberitaan media massa karena terbiasa minum lima gelas kopi setiap hari.

Kebiasaan minum kopi itu muncul sejak ia berusia enam bulan lantarab orangtua balita bernama Hadijah Naura itu tak sanggup membeli susu.

Minuman berkafein ini memang menjadi primadona orang dewasa, bahkan telah menjelma menjadi sebuah gaya hidup.

Banyak riset juga menyebut minuman favorit sejuta umat ini memiliki segudang manfaat, seperti mencegah penyakit parkinson dan antioksidan.

Beberapa penelitian pun mengklaim kopi membantu menurunkan berat badan karena meningkatkan proses metabolisme sebesar 3-11 persen.

Bahkan, riset menyebut kopi dapat meningkatkan pembakaran lemak sebesar 10 persen pada orang yang menderita obesitas dan 29 persen pada orang yang tidak obesitas.

Namun, semua manfaat kopi yang telah teruji ilmiah itu hanya berlaku pada orang dewasa.

Minum kopi bisa berdampak buruk pada kesehatan dan tumbuh kembang buah hati kita.

Laman Hello Sehat melansir lima efek negatif kopi pada anak:

1. Insomnia

Kopi membuat jam tidur anak terganggu karena kafein masih tersimpan dalam tubuh anak hingga delapan jam sesudahnya.

Karena kurang tidur, mereka pun akan mencari kopi lagi keesokan harinya untuk menambah stamina dan kewaspadaan.

Siklus ini akan terus berulang hingga mengakibatkan anak selalu susah tidur atau insomnia di malam hari.

Padahal, anak usia balita hingga 12 tahun membutuhkan tidur selama paling tidak 11 jam sehari.

Remaja usia 12-18 tahun harus tidur kira-kira 10 jam sehari. Waktu tidur ini dibutuhkan supaya setiap fungsi tubuh bekerja dengan baik.

2. Hiperaktif

Pada orang dewsa, kopi bisa menjadi minuman penambah energi dan meningkatkan kewaspadaan.

Namun, tubuh anak-anak jauh lebih rentan terhadap kafein daripada orang dewasa.

Akibatnya, anak bisa selalu merasa gelisah, tidak bisa konsentrasi, dan hiperaktif.

Minum kopi juga bisa membuat si kecil kurang berhati-hati dalam beraktivitas.

3. Mengganggu penyerapan kalsium

Sifat diuretik atau pemicu air seni pada kafein bisa mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh anak.

Kopi yang mengandung kafein bersifat diuretik, yaitu memicu produksi air seni.

Semakin cepat air seni atau urin dikeluarkan oleh ginjal, semakin banyak pula kalsium yang belum diserap tubuh ikut terbuang.

Anak-anak sangat membutuhkan kalsium untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat.

Kurang kalsium berisiko menghambat pertumbuhan anak dan menyebabkan masalah seperti gigi berlubang.

4. Nafsu makan berkurang

Kopi juga bisa berdampak buruk pada nafsu makan anak. Padahal, anak dalam masa pertumbuhannya sangat membutuhkan berbagai asupan gizi yang didapat dari makanan.

Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti mual dan sakit perut. Hal ini akan membuat anak semakin tidak nafsu makan.

5. Ketergantungan

Kandungan kafein dalam kopi bisa memicu ketergantungan. Lama-kelamaan, anak harus minum lebih banyak kopi untuk membantunya tetap terjaga.

Terlalu banyak minum kopi, berisiko menyebabkan berbagai gangguan dalam jangka panjang seperti penyakit jantung atau kerusakan saraf.

Risiko ini semakin tinggi jika kebiasaan minum kopi sudah dimulai sejak dini.

Penulis: Ariska Puspita AnggrainiEditor: Glori K. Wadrianto

Artikel Asli