Oktober Siap Imunisasi Masal, Rusia Ingin jadi Pelopor Vaksin Covid-19

Jawapos Diupdate 07.37, 08/08/2020 • Dipublikasikan 14.48, 08/08/2020 • Edy Pramana
Oktober Siap Imunisasi Masal, Rusia Ingin jadi Pelopor Vaksin Covid-19

JawaPos.com – Rusia percaya diri mengumumkan bakal mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia. Rusia juga akan melakukan imunisasi masal secara nasional pada Oktober mendatang. Namun langkah Rusia dinilai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak efektif melawan virus Korona.

Dilansir dari Wionews, Sabtu (8/8), Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengumumkan bahwa negaranya akan memulai produksi masal vaksin mulai Oktober 2020. Dia juga memastikan bahwa semua biaya terkait vaksin akan ditanggung oleh anggaran negara.

“Saat ini, tahap terakhir, ketiga, sedang berlangsung. Uji coba sangat penting. Kami harus memahami bahwa vaksin itu harus aman. Profesional medis dan lansia akan menjadi yang pertama mendapatkan vaksinasi,” kata Murashko yang ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan Oleg Gridnev.

Gridnev juga menambahkan keefektifan vaksin dapat diukur ketika suatu populasi telah mengembangkan kekebalan. Dia juga menambahkan bahwa vaksin tersebut akan tersedia untuk dokter dan guru.

Uji klinis untuk vaksin ini dimulai pada 18 Juni dengan 38 relawan. Kelompok relawan pertama dipulangkan pada 15 Juli dan kelompok kedua dipulangkan pada 20 Juli. Vaksin yang dikembangkan bersama oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia itu akan resmi didaftarkan pada 12 Agustus.

Berdasar itu, Rusia sebagai negara pertama di dunia yang akan mendaftarkan vaksin Covid-19. Pemerintah Rusia telah mengumumkan rencana untuk memulai kampanye vaksinasi nasional pada Oktober meski banyak pertanyaan tentang efektivitas vaksin Covid-19.

WHO memperingatkan bahwa nasionalisme terkait vaksin membuat negara-negara kaya memonopoli vaksin. Dan tetap tak akan aman selama negara-negara miskin tetap terpapar. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin seolah dikuasai dan menjadi kepentingan negara-negara kaya. Semestinya didistribusikan secara global.

Artikel Asli