Ojek Online di Jakarta Boleh Angkut Penumpang Mulai Senin 8 Juni

Merdeka.com Dipublikasikan 07.15, 04/06

                Aktivitas ojek online angkut barang saat PSBB. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
Aktivitas ojek online angkut barang saat PSBB. (©Liputan6.com/Faizal Fanani)   

Merdeka.com - Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan kebijakan masa transisi di tengah pandemi Covid-19. Lewat keputusan ini, Jakarta akan memulai masa baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti era pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Menetapkan PSBB di Jakarta diperpanjang dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6).

Bagi para pengendara ojek, baik konvensional dan daring atau online. melalui kebijakan di masa transisi ini, Anies akhirnya membolehkan mereka kembali menarik penumpang setelah dilarang selama masa PSBB.

"Kendaraan bermotor bisa beroperasi dengan protokol kesehatan, kendaraan umum seperti ojek itu bisa beroperasi dengan protokol Covid-19," jelas Anies.

Operasi Setiap Hari Secara 100 Persen

Melalui tabel pemaparannya, tertulis bahwa layanan transportasi publik seperti ojek online dan konvensional boleh beroperasi menarik penumpang mulai 8 Juni 2020 dengan jadwal operasi setiap hari secara 100 persen.

"Nantinya dalam fase transisi ini akan kita pantau secara berkala, dan diharapkan setiap orang menaati protokol kesehatan agar tidak ada lonjakan kasus kembali, dan ini juga akan kita evaluasi hingga Juni pekan keempat, apakah kita siap memasuki transisi fase kedua, atau belum," tuturnya.

Artikel Asli