Obituari Jurnalis Otomotif: Willy Dreeskandar Wafat karena Corona

Suara.com Dipublikasikan 15.46, 28/03 • RR Ukirsari Manggalani
Willy Dreeskandar
Willy Dreeskandar “F-16”, diabadikan 30 Juli 2019 [Instagram: @f16willy].

Suara.com - Dunia otomotif Tanah Air baru saja kehilangan salah satu jurnalis seniornya, Willy Dreeskandar atau lebih dikenal dengan inisialnya "F-16" atau sapaan akrabnya "Jack". Berpulang Kamis lalu (26/3/2020) di bawah kondisi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Coronavirus Disease atau COVID-19, ia meninggalkan istri (Dewi Rachel), satu putri (Cagiva) dan dua putra (Indian serta Husqvarna).

Mengawali kiprahnya di dunia jurnalistik otomotif bersama Otomotif Group - Kompas Gramedia yang kini beralamat di Jalan Panjang No 8A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Willy Dreeskandar awalnya berkarya sebagai jurnalisTabloid Otomotif.

Dari sinilah awal muncul  inisialnya,  "F-16" (salah satu pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat yang paling keren di masa itu)--mengingat semua wartawan tempatnya wajib menggunakan inisial. Bisa disebut sebagai alias, pilihan menyesuaikan selera masing-masing dan ia menunjukkan minat di dunia dirgantara militer dengan mengabadikan nama pesawat tempur.

Keluarga Dreeskandar formasi lengkap (kiri - kanan): Willy “Jack”, Husqvarna, Dewi Rachel, Cagiva, dan Indian [Instagram: @f16willy].

DariTabloid Otomotif, Chief-in-Editor saat itu, Agus Langgeng (AL) menyebutkan hendak "membuat tempat bermain baru" yang realisasinya adalahTabloid MotorPlus, khusus mengupas sektor otomotif roda dua (R2). Willy Dreeskandar pun mendapat kepercayaan menjadi pemimpin redaksiTabloid MotorPlus.

Babak berikut dalam kariernya, Willy Dreeskandar memilih jalur sebagai pebisnis otomotif, membuka sebuah wadah pelatihan bernamaF-16 Mechanic and Modification Training Centre (F-16 MMTC) serta menjadi pembicara atau pemakalah. Tentu saja topiknya tidak jauh dari kendaraan bermotor. Termasuk salah satunya, adalah kajian mobil-mobil ramah lingkungan seperti Electric Vehicle (EV)  dan balap Formula E dengan rencana penyelenggaraan 6 Juni 2020.

Masih hadir dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) Expo 2020 di Jakarta Convention Centre pada 5 Maret 2020, ia mengunggah potret diri bersama stiker lingkaran warna oranye di laman sosial Instagram. Tertera keterangannya,"orange dot = not COVID-19 Suspect".

Almarhum Willy Dreeskandar, Owner F-16 Mechanic and Modification Training Centre (F-16 MMTC) [Istimewa].

Sungguh disayangkan, sekitar 21 Maret 2020 Willy Dreeskandar menjadi PDP COVID-19. Makin membuat sedih, ia tidak memperoleh penanganan intensif dari rumah sakit dan meninggal dunia.  Sebelumnya, masih sempat menuliskan permintaan tolong kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto lewat media sosial Twitter atas nama @WillyF16.

Di situ ia menuliskan, sebagaimana dikutip Suara.com, "Pak Jokowi & Dr Terawan, semoga Bapak-bapak sehat. Pak, mohon bantuannya ke RS rujukan. Saya ke RSUD Kab Tangerang, 5 jam tanpa tindakan. Saya tidak kuat. Sekarang saya di Eka Jaya Hospital, BSD. Harus balik lagi ke RSUD. Mohon maaf merepotkan. Terima kasih. Willy Dreeskandar. 087845198383/082211555516."

Sayangnya, cuitan dari jurnalis otomotif senior yang pernah memenangkan beberapa penghargaan kepenulisan, antara lain dari PT Toyota Astra Motor (TAM) pada 2011 itu belum dibalas sampai ia berpulang.

Selamat jalan, Jack--begitu caranya memanggil semua jurnalis Otomotif Group, dan kami  juga membalasnya dengan sebutan "Jack"--semoga dilapangkan jalanmu ke kediaman-Nya. Dan atas nama pribadi, terima kasih telah berbagi ilmu otomotif saat berkarya di tempat yang sama (1996-2005), utamanya dalam dua edisi awal Tabloid MotorPlus. Salute! ("Jack" AUM).

Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119. Jangan lupa, terapkan pula usaha tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing dengan jarak minimal dua meter.

Artikel Asli