Obat Corona Hadi Pranoto Dijual Online, Kok No BPOM-nya Sama dengan Produk Lain?

kumparan Dipublikasikan 09.11, 03/08 • kumparanNEWS
Hadi Pranoto memamerkan ramuan herbal yang diklaimnya bisa sembuhkan corona. Produknya tanpa label merek. Foto: Dok. Istimewa

Hadi Pranoto menjadi sorotan karena mengklaim menemukan obat herbal antibodi COVID-19. Ia juga menyebut telah mendapatkan izin BPOM.

Di situs jual beli online, memang terdapat produk herbal yang menyebut nama Hadi Pranoto. Nama produknya Herb.Cov, dijual Rp 275 ribu untuk dua botol. Produk tersebut memiliki label nama.

Dalam postingan itu, juga tertera nomor registrasi izin BPOM, TR203636031. Di postingan toko online itu juga dijelaskan bahwa herbal ini bisa mencegah dan menyembuhkan yang sudah terpapar COVID-19.

Obat Herbal Anticorona Hadi Pranoto di situs Tokopedia. Foto: Tokopedia

Namun, apabila dicek di laman BPOM, nomor register TR203636031 tersebut adalah obat tradisional merek Bio Nuswa, produksi PT Saraka Mandiri Semesta di Bogor, yang juga banyak ditemukan di toko online.

Izin edar produk tersebut diterbitkan pada 14 April 2020. Namun tidak tertera keterangan bahwa ia adalah obat COVID-19.

Hanya diberikan keterangan obat tradisional dan suplemen makanan. Kemasannya ada yang 100 dan 250 ml.

Di toko online itu ada yang bertanya apakah benar ini asli produk Prof Hadi Pranoto. Seller menjawab, asli, dan tidak berani menjual nama Hadi Pranoto bila itu bukan produk besutan Hadi Pranoto.

Nomor BPOM TR203636031 milik Bio Nuswa . Foto: Dok. BPOM

Terkait hal ini, Hadi Pranoto membantah telah menjual produknya secara online.

"Saya tidak tahu ya, saya tidak pernah jualan online. Kalau dijual tergantung siapa yang beli, kalau orang kaya saya minta untuk menyumbang lebih banyak kalau yang tidak punya saya gratiskan," kata Hadi dalam jumpa pers di Bogor hari ini.

Dalam jumpa pers itu, Hadi memamerkan produknya. Tapi, produk itu tidak ada label merek, stiker, atau kemasan.

BPOM Sebut Tak Berikan Izin Ganda

Sementara itu, BPOM menyebut tak mungkin memberikan izin dua produk yang berbeda dengan satu nomor registrasi.

"Satu NIE/Nomor Izin Edar untuk satu produk," ujar Humas BPOM Nelly Rachman.

Di dalam Permenkes No 007 tahun 2012, juga dijelaskan perihal tata cara dan syarat registrasi obat tradisional.

"Penunjukan keagenan dan hak untuk melakukan registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diberikan untuk 1 (satu) nama produk kepada 1 (satu) IOT, UKOT, atau importir," demikian bunyi pasal 12 ayat 3.

Hadi Pranoto, pamerkan ramuan herbal yang bisa sembuhkan corona. Produknya tanpa label/merek.Foto: Dok. Istimewa

Sementara di pasal 6 ayat 1 dijelaskan mengenai syarat sebuah obat tradisional mendapatkan izin edar.

Berikut bunyinya:

Pasal 6

(1) Obat tradisional yang dapat diberikan izin edar harus memenuhi

kriteria sebagai berikut:

a. menggunakan bahan yang memenuhi persyaratan keamanan dan

mutu;

b. dibuat dengan menerapkan CPOTB;

c. memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia atau

persyaratan lain yang diakui;

d. berkhasiat yang dibuktikan secara empiris, turun temurun,

dan/atau secara ilmiah; dan

e. penandaan berisi informasi yang objektif, lengkap, dan tidak

menyesatkan

Artikel Asli