Neuralgia Pasca-herpes Bisa Bertahan Selama Enam Bulan

GATRAcom Diupdate 04.00, 09/04 • Dipublikasikan 02.58, 09/04 • Iwan Sutiawan

Jakarta, Gatra.com – CEO Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, mengatakan, sama seperti Covid-19, penyakit herpes zoster bisa menimbulkan gejala-gejala yang dialami pasca-infeksi. Dalam kasus Covid-19, hal ini disebut juga gejalalong covid. Sementara untuk herpes zoster, nama gejalanya adalahneuralgia pasca-herpes atau nyeri pasca-herpes.

Nueralgia pasca-herpes bisa menjangkiti penderitanya selama berbulan-bulan. “Tiga bulan itu minimal, bahkan bisa lebih, tiga sampai enam bulan,” ujar Anthony dalam acara Virtual Media Briefing yang digelar pada Kamis (8/2).

“Sekitar tiga bulan di daerah saraf yang terkena. Ini terjadi pada 30-40% kasus herpes zoster,” katanya.

Bila seseorang terkena neuralgia pasca-herpes atau nyeri pasca-herpes, lanjut dia, itu sangat mengganggu kualitas hidup dan sosial, terutama pada orang lanjut usia (lansia).

Dampak yang dirasakan oleh penderita nyeri pasca-herpes pun tak hanya mencakup dampak fisik, tetapi juga dampak psikologis. “Jadi orangnya mau di rumah aja, dia depresi, dia kesel, dia stres karena rasa sakitnya, rasa terbakar, rasa tertusuk, dan itu menetap atau hilang-timbul dalam jangka waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Selain itu, Anthony juga mengungkapkan bahwaneuralgia pasca-herpes rawan terjadi pada kelompok penderita imunokompromais atau orang dengan status imun rendah seperti orang yang sudah lanjut usia. ”Jadi, usia semakin bertambah, semakin besar terkena risikonya, nyerinya akan semakin lama dan berat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, herpes zoster alias cacar api atau cacar ular ini berpotensi menjangkiti tubuh manusia yang sudah positif terinfeksi corona. Cacar ini disebabkan oleh varisela zoster virus (VZV) yang juga merupakan virus penyebab cacar air.

Artikel Asli