Modus Kejahatan Begal Sepeda: Amati, Kuntit, dan Pepet Korban

kumparan Dipublikasikan 07.47, 03/11/2020 • kumparanNEWS
Ilustrasi jalur sepeda. Foto: Paxabay

Polisi telah menangkap 10 tersangka begal sepeda dari 6 kasus di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan diketahui modus para tersangka tidak berbeda jauh.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan biasanya pelaku berjumlah dua orang berboncengan sepeda motor. Mereka telah mengincar korban sejak dari jauh.

"Modus pelaku mengamati kemudian tentukan korban. Biasanya korban yang sendirian atau lepas dari temannya. Mereka kuntit biasanya gunakan satu motor berboncengan," kata Nana saat konferensi pers, Selasa (3/11).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Nana Sudjana. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Tapi ada pula yang beraksi dalam komplotan yang menggunakan dua motor. Biasanya pelaku dengan motor satu akan melaju lebih dulu melewati korban untuk memastikan situasi aman. Kemudian diikuti oleh motor dua untuk eksekusi.

"Yang satu mengamati kalau aman kemudian yang belakang memepet dan merampas barang yang ada," kata Nana.

Barang yang jadi incaran para begal sepeda ini adalah yang mudah terlihat atau mudah diambil oleh pelaku seperti HP. Karena banyak pesepeda yang meletakkan barang tersebut di tempat yang mudah dirampas.

"Biasanya pesepeda meletakkan barang di belakang atau di setang. Ini yang membuat pesepeda terjatuh dan luka-luka," kata Nana.

Meski tersangka sudah banyak ditangkap, Nana meminta para pesepeda tetap waspada saat beraktivitas.

Artikel Asli