Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Penasihat Red Bull Tak Setuju FIA Ikut Tentukan Pemilihan Set-up Mobil

Helmut Marko

Berita F1: Penasihat Red Bull, Helmut Marko, menjadi salah satu pihak yang memberikan respon negatif terhadap perubahan regulasi yang ditetapkan oleh FIA baru-baru ini.

Keluhan yang dilontarkan oleh para pebalap Formula 1 terkait efek porpoising (gerak naik turun mobil) mendapat perhatian dari FIA. Mereka lalu menyiapkan beberapa langkah jangka pendek hingga panjang demi mengatasi permasalahan tersebut.

Pertama, semua tim diminta mengumpulkan data dimulai dari seri GP Kanada. Setelah mengamati dan mengolahnya, mereka bakal membentuk metrik dan pembatasan.

FIA diketahui mengeluarkan arahan teknis secara mendadak jelang balapan di Montreal akhir pekan lalu. Tak cuma aturan, termasuk pengukuran penggunaan dari tanah dan matriks, tapi juga keleluasaan seperti menambahkan penopang kedua pada lantai mobil agar lebih kaku.

Anehnya, Mercedes terlihat sudah menyiapkan dan memasang perangkat tambahan tersebut saat latihan bebas GP Kanada pada hari Jumat (17/6). Sementara itu, tim lain yang kebanyakan krunya sedang dalam perjalanan menuju ke Kanada ketika arahan tersebut diumumkan, tak punya persiapan sama sekali.

Situasi ini lantas dikomentari oleh penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko. Pria asal Austria itu bahkan mengisyaratkan kecurigaan kalau The Silver Arrows mendapat informasi dari orang dalam federasi.

“Saya sangat terkejut ketika saya melihat lantai mereka dengan penahan kedua. Saat arahan teknis keluar, jelas bahwa tidak ada waktu cukup untuk menyuplai perangkat itu,” ujarnya dilansir dari Motorsport.com.

“Anda tidak bisa melakukan itu. Sebaliknya, jelaskan apa yang terjadi,” ia menambahkan.

Perubahan regulasi yang ditetapkan di pertengahan musim 2022 direspons negatif oleh mayoritas tim. Menurut Marko, FIA tak seharusnya campur tangan dengan ikut menentukan set-up jet darat Formula 1. Pendapat serupa juga sempat diutarakan salah satu pebalapnya, Max Verstappen.

“Saya sepenuhnya setuju dengan Max. Lebih dari itu, FIA tidak bisa menentukan set-up kami. Perubahan ketinggian kendara artinya Anda mengubah setelan dan FIA tak boleh melakukan itu,” Marko menuturkan.

Ia mengatakan bahwa setiap tim harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Efek porpoising termasuk problematika individu, dibuktikan dengan level pantulan yang berbeda-beda. Bahkan imbasnya ke Red Bull relatif kecil dibandingkan dengan Mercedes dan Ferrari.

“Poin saya berikutnya adalah karena satu tim punya masalah. Tim itu yang harus menyelesaikannya sendiri. Dalam hal apa pun, itu seharusnya tidak berdampak pada tim lain,” ujar Marko.

“Kami sudah memiliki aturan untuk itu dan aturan berlaku untuk semuanya. Jika seseorang tak bisa memperbaikinya, itu masalah mereka. Cara mengatasinya juga mudah, Anda harus menaikkan mobil, meski Anda akan lebih rendah,” pungkasnya.

Artikel Asli