Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Nilai Humanisme Disebut Telah Luntur pada Era Digital

Medcom.id Dipublikasikan 08.07, 20/11/2020 • https://www.medcom.id
Seminar KNKH adalah seminar rutin yang dihelat Fakultas Ilmu Komunikasi Untar di Jakarta setiap tahun. (Foto: Dok. Untar)

Jakarta: Nilai-nilai humanisme dinilai sudah meluntur pada era digital ini. Hal ini disebabkan karena masifnya perkembangan teknologi dan informasi pada berbagai bidang.

Misalnya, pada bidang media. Berbagai perusahaan teknologi internasional menguasai bidang informasi dan media meski mereka tetap menganggap dirinya perusahaan berbasis teknologi.

Media sosial pun demikian. Banyak sekali berbagai akun Youtube yang terus mendulang rupiah, meski materi isi video yang diunggah hanya video receh.

“Ini fenomena yang terjadi dalam komunikasi digital humanitis yang perlu mendapat perhatian besar dari semua pihak,” kata Direktur Konten Kapanlagi Youniverse dan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wenseslaus Manggut, pada kegiatan Seminar Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH), yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Untar), dikutip keterangan tertulis, Jumat, 20 November 2020.

Seminar KNKH adalah seminar rutin yang dihelat Fakultas Ilmu Komunikasi Untar di Jakarta setiap tahun. Kali ini, seminar KNKH memasuki penyelenggaraan ketiga dan berlangsung pada 19-20 November 2020 secara daring.

Tema yang diambil tahun ini adalah Digitalisasi dan Humanisme dalam Ekonomi Kreatif. Narasumber yang dihadirkan adalah Saras Dewi (akademisi), Budi Darmawan (Founder KitaBatik), Wenseslaus Manggut (Direktur Konten Kapanlagi Youniverse/Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia), dan Sinta Paramita (Pengamat Komunikasi Digital Untar).

Menurut Wens, biasa dia disapa, banyak sekali masalah yang timbul karena digitalisasi versus humanisme di ranah media seperti saat ini. Pertama, perusahaan pers saat ini praktis hanya sebagai produsen konten dan distribusi atas konten dikendalikan oleh perusahaan teknologi.

Kedua, perusahaan teknologi kini jadi saluran distribusi semua jenis konten dari source manapun, seperti media, blog, dan akun privat. Ini masih belum ditambah dengan penggunaan algoritma untuk menjadi informasi yang terdepan lewat rumusan search engine optimization (SEO).

Kekhawatiran ini disampaikan juga oleh Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Dadang Rahmat Hidayat yang hadir dalam acara ini. Menurutnya, semangat humanis dan digital perlu diselaraskan supaya bisa menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Saat ini, justru yang banyak terjadi adalah bagaimana dominasi yang terjadi pada salah satu elemen, sehingga melemahkan elemen yang lain dan bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan.

“Saya berharap, justru dari konferensi ini bisa memberikan jalan keluar atas masalah semakin berkurangnya sifat kemanusiaan di sekitar kita,” kata Dadang.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Untar Riris Loisa. Menurutnya, salah satu pertimbangan pemilihan tema seminar kali ini adalah adanya tanggung jawab sebagai manusia dalam memastikan sisi kemanusiaan akan terus ada sepanjang masa dan tidak akan tergantikan oleh apapun.

Artikel Asli