Ngaku Dapat Wahyu, Imam Sansari Penggal Kepala Jemaah Demi Akhiri Corona

Suara.com Dipublikasikan 06.50, 29/05 • Reza Gunadha
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang imam kuil di Odisha, India, memenggal kepala seorang pria setelah mendapatkan mimpi soal cara mengakhiri pandemi virus corona covid-19

Menyadur Gulf News, imam berusia 70 tahun, Sansari Ojha, mengaku diperintahkan oleh Dewi untuk melakukan ritual pengorbanan manusia supaya wabah covid-19 berakhir. 

Kepolisian setempat menyebut Imam Ojha kemudian mengeksekusi seorang lelaki jemaahnya bernama Saroj Kumar Pradhan di area kuil Dewi Brahmani, Bandhahuda pada Rabu (27/5) malam.

Pradhan kala itu datang ke kuil untuk berdoa. Ketika pria berusia 52 tahun ini beribadah dan dalam posisi membungkuk, Ojha muncul dari belakang dan langsung menebas leher Pradhan memakai sabit.

Petugas Polisi Sub-Divisi (SDPO) Athagarh, Alok Ranjay Ray, mengatakan Ojha menyerah diri ke pihak berwajib dan mengaku telah melakukan pembunuhan.

"Imam itu mengklaim ia melihat Dewi dalam mimpinya dan diminta untuk mengorbankan nyawa manusia untuk mengakhiri virus corona," ujar Ray.

Kendati demikian, polisi menyebut bahwa Ojha sebenarnya telah lama terlibat perselisihan dengan korban terkait kebun mangga di pinggiran desa, berdasarkan laporan Hindustan Times.

Polisi kini telah mengamankan senjata yang digunakan Ojha untuk mengeksekusi korban di kuil.

Menurut data dari Departemen Kesehatan India, jumlah infeksi Covid-19 di Odisha pada Kamis (28/5) mencapai 67 kasus.

Artikel Asli