New Normal, Kampus Harus Gelar Kegiatan Ospek Secara Online

Trending Now! Dipublikasikan 13.00, 12/08
Source: commons.wikimedia.org
Source: Flickr

Tak disadari, semester ganjil sebentar lagi akan dimulai yang berarti kampus akan menyambut mahasiswa baru. Tetapi di masa pandemi seperti ini, apa jadinya kegiatan masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang menjadi ritual wajib bagi setiap maba untuk lewati?

Di masa new normal ini, kampus pun menerapkan kebijakan baru sesuai arahan dari Kemendikbud yang mewajibkan agar ospek kampus seluruhnya diadakan secara daring. Nantinya materi yang diberikan secara online termasuk pengenalan kehidupan kampus, organisasi, cara belajar, hingga pengembangan diri mahasiswa baru.

"Semua basisnya daring, tidak ada pertemuan fisik, apalagi perpeloncoan sama sekali tidak boleh," ujar Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam.

Pic by Chris Montgomery on Unsplash
Pic by Chris Montgomery on Unsplash

Nizam menginstruksikan agar materi yang umum disampaikan saat ospek mahasiswa baru diberikan melalui modul via internet. Untuk mendukung keputusan Kemendikbud ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) turut mengeluarkan panduan khusus untuk ospek mahasiswa baru tahun 2020.

Pilihan bentuk materi yang akan diberikan pada para maba berada pada pihak masing-masing kampus, sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Mahasiswa bisa tetap tinggal di rumah masing-masing sambil menyimak materi ospek. 

Menurut panduan dari Dikti, kegiatan ospek dilaksanakan 2-5 hari. Dimulai pukul 07.00-17.00 atau disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap institusi.

Materi yang dianjurkan oleh Dikti agar diberikan pada mahasiswa baru adalah tentang kesadaran bela negara, kehidupan berbangsa dan bernegara yang berupa pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi negara, pembinaan gerakan revolusi mental, pengenalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia termasuk kebijakan Kampus Merdeka, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0, serta mengenai kesadaran lingkungan hidup dan hadapi bencana.

Source: pexels
Source: pexels

Kemendikbud pun menyadari tidak setiap kampus mampu mengadakan ospek secara online karena berbagai kendala, salah satu yang utama adalah jaringan internet. Maka, pemerintah pun mengambil solusi untuk memberikan pelatihan kepada dosen, dan juga bekerja sama dengan Kominfo terkait jaringan dan memaksimalkan laman dan pengadaan internet yang murah.

Ospek model online ini memiliki keuntungan maupun kerugian bagi para mahasiswa baru. Sisi positifnya, mahasiswa baru tidak akan dipelonco oleh kakak tingkat, namun sisi negatifnya skenario ini dapat terasa seperti antiklimaks karena para maba tidak diperkenalkan pada lingkungan dan fasilitas supermegah dengan pihak kampus.

***

Apakah kalian lebih memilih ospek seperti biasa atau model online seperti sekarang? Yuk share di kolom komentar!