New Normal, Begini Awak Kabin Mengudara Selepas Pandemi COVID-19

Trending Now! Dipublikasikan 02.00, 07/06

"Masuk kabin pesawat serasa masuk UGD"

Komentar warganet itu menanggapi sejumlah perubahan di industri penerbangan menanggapi pandemi virus korona baru COVID-19. Kalau kamu masih ingat, pada masa awal wabah virus korona, pesawat seringkali menjadi titik penyebarannya.

Maskapai penerbangan pun mulai menerapkan "new normal" dengan menyiapkan langkah pencegahan menularnya COVID-19 di dalam kabin. Sekaligus juga melindungi para pekerjanya agar tak tertular. 

Salah satunya, mewajibkan awak kabin mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, pelindung wajah, sarung tangan, dan baju hazmat. 

We operated 2 special repatriation flights for Vietnamese nationals in India recently. Our flight from Bengaluru-Pune-Delhi transferred a total of 103 passengers while the flight from Gaya-Delhi transferred 99 passengers to Delhi, for their return flight to Vietnam. #LetsIndiGo pic.twitter.com/12T9dalo8T

— IndiGo (@IndiGo6E) May 20, 2020

Kru kabin maskapai IndiGo yang melayani penerbangan Pune ke ibu kota Delhi, harus mengenakan jubah APD mengingat kedua kota itu dikategorikan sebagai zona merah. Mereka terasa panas dan pengap memakai APD selama delapan jam, tetapi kesehatan dan keamanan lebih baik daripada kenyamanan. 

Semua kru kabin menjalani pelatihan khusus sebelum kembali terbang, sehingga siapmenjaga kesehatan ketika melayani penumpang. "Saya sadar akan tantangan yang menghadang saya, tetapi memutuskan untuk mengatasi ini dengan sikap positif," ujar Vanessa Fabian Waring, pramugari dalam penerbangan itu.

Air Asia unveils PPE flight suits for the cabin crew. Will be worn by crew during all flights. Would be interesting to see what protective equipment will they give to passengers. Seems like, this is going to be the new normal for air travel for next few months. pic.twitter.com/XsrlOeNCZf

— Varun Jhaveri (@Varun_Jhaveri) April 28, 2020

Air Asia membawa tren ini ke tingkat yang lebih tinggi, APD yang dikenakan kru kabinnya dirancang oleh desainer Filipina, Puey Quiñones, yang menyebutnya 'fesyen saat bencana'. 

APD rancangannya terinsipirasi dari kostum pebalap Formula One berwarna merah-putih ciri khas maskapai, namun dengan bahan yang lebih ringan, elastis, dan sejuk dipakai. Tentunya, buatannya itu tidak mengorbankan tingkat keamanan APD, karena dilengkapi dengan plastik pelindung wajah, masker, dan sarung tangan.

Qatar Airways' Flight Attendants Will Wear Full PPE Suits Starting Monday (Video) https://t.co/GR80Rw6XJl pic.twitter.com/XwP2bNxc3J

— Travel + Leisure (@TravelLeisure) May 23, 2020

Maskapai terbaik 2019 versi grup Skytrax, Qatar Airways, telah mengumumkan bahwa semua kru pesawat akan mengenakan jas APD lengkap di setiap penerbangan mulai 25 Mei kemarin. Jubah yang dilengkapi masker, kacamata goggle, dan sarung tangan sehingga menutupi sekujur tubuh.

Selain kru kabin, semua penumpang juga harus mengenakan masker wajah di dalam pesawat. Langkah pencegahan lebih lanjut termasuk makanan kelas bisnis yang disajikan di atas nampan, bukan set meja. Hand sanitizer dalam jumlah besar juga akan ditempatkan di berbagai sudut kabin pesawat, dan semua orang diminta untuk mematuhi imbauan jaga jarak fisik.

Perfect 🙂: #Lufthansa, @AHKChina and the German Diplomatic Missions in 🇨🇳 teamed up for the 2nd time in a week – ✈️ LH734 from @Airport_FRA landed safely in #Shanghai today & brought almost 200 managers, employees and their families back home! pic.twitter.com/vv7Th1I7gg

— Lufthansa News (@lufthansaNews) June 4, 2020

Namun tren ini tak dikuti sejumlah maskapai. Awak kabin Lufthansa, maskapai asal Jerman, hanya akan mengenakan masker di pesawat.

Selain menyulitkan kru kabin bekerja, mereka menilai para penumpang justru bakal ketakutan dan merasa diperlakukan seakan "menjijikkan". Maskapai besar lainnya seperti Etihad Airways, KLM, Singapore Airlines, United Airlines dan Delta Air Lines juga senada dengan Lufthansa.

Menurut mereka, langkah terbaik adalah dengan menjaga jarak fisik, sehingga kursi tengah akan dikosongkan guna membuat ruang antar penumpang. 

Jubah APD ini disebut pihak maskapai hanyalah solusi sementara hingga vaksin dan obat Covid-19 ditemukan dan didistribusikan secara luas. #TrendingDunia

Aviation analysts in Singapore predict, partially-filled flights may be the new normal for air travel even after the COVID-19 pandemic is over, in a bid to ensure social distancing. This may also mean the end to cheap air travel, as carriers raise ticket prices to cover costs. pic.twitter.com/fRkllvGejG

— BFM News (@NewsBFM) April 30, 2020