Nestapa Siswa di Simalungun Belajar Online: Manjat Pohon dan Bukit demi Internet

kumparan Dipublikasikan 11.16, 04/08/2020 • kumparanNEWS
Sejumlah siswa saat belajar daring di daerah perbukitan, di Nagori Siporkas, Raya, Simalungun, Sumatera Utara. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah anak-anak duduk di bawah rimbunnya pohon di sebuah perbukitan di Simalungun, Sumatera Utara. Mereka duduk bersama bukan untuk bermain, melainkan belajar online.

Beberapa dari mereka mengeluarkan gawai dan fokus mengikuti pembelajaran online. Usai memahami materi, mereka juga menulis di buku masing-masing.

Nyatanya, pandemi virus corona tak menyurutkan semangat anak-anak ini untuk tetap belajar apa pun kondisinya. Meski hingga kini tak bisa belajar di sekolah, namun mereka tetap rajin mengikuti belajar online.

Sayangnya tak sedikit anak-anak yang menghadapi kesulitan belajar online karena tak ada fasilitas penunjang, seperti susahnya sinyal internet. Seperti yang dialami ratusan siswa di lereng pegunungan Nagori Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun ini.

Sejumlah siswa saat belajar daring di daerah perbukitan, di Nagori Siporkas, Raya, Simalungun, Sumatera Utara. Foto: Dok. Istimewa

Demi mendapatkan sinyal internet yang bagus, mereka harus bersusah payah memanjat pohon dan bukit agar tak ketinggalan mengikuti materi pembelajaran.

Kepala Desa Nagori Siporkas, Hendra Putra, mengatakan, ada tiga dusun yang mengalami kendala tersebut, yakni Dusun Bah Pasunsang, Butu Ganjang, dan Borno.

“Di tempat itu jangankan internet, pastinya menelpon saja susah,” ujar Hendra saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (4/8)

Hendra mengatakan, letak geografis wilayah yang dikelilingi perbukitan menyebabkan sinyal sulit masuk ke tiga dusun itu. Dia pun sudah melaporkan kondisi ini ke kecamatan namun hingga kini belum ada solusi.

“Karena kendala ini, para siswa ini belajar naik ke atas pohon agar mendapatkan sinyal, semenjak belajar daring,” ujarnya.

Sejumlah siswa memanjat pohon saat belajar daring di daerah perbukitan, di Nagori Siporkas, Raya, Simalungun, Sumatera Utara. Foto: Dok. Istimewa

Dari data yang dimiliki Hendra, ada sekitar 500 siswa yang mengalami dampak sulitnya sinyal internet di sana. Mereka terdiri dari siswa SD, SMP, hingga SMA.

Butuh Bantuan Pemerintah dan Penyedia Jasa Jaringan Telekomunikasi untuk Belajar Online

Hendra berharap pemerintah dan perusahaan penyedia jasa jaringan telekomunikasi memberikan solusi agar anak-anak ini bisa lebih maksimal dalam belajar online.

“Yang kita mohonkan dari pihak Telkom. Entah bisa didirikannya tower di sini,” harap Hendra.

Hingga saat ini, pembelajaran online masih diterapkan di wilayah-wilayah yang masuk zona kuning, oranye, dan merah penularan virus corona. Sementara, zona hijau sudah diizinkan untuk membuka kembali sekolah dan pembelajaran tatap muka, namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Infografik alur pembukaan sekolah di tengah pandemi. Foto: Hod Susanto/kumparan

————-----------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Artikel Asli