Neon Trees: I Can Feel You Forgetting Me Album Review

CULTURA.ID Dipublikasikan 13.10, 06/08 • Bernadetta Yucki
Neon-Tress
Photo via facebook.com/neon.trees

Terkenal melalui single debutnya, ‘Animal’, Neon Trees baru saja merilis album terbarunya pada 24 Juli lalu yang bertajuk “I Can Feel You Forgetting Me”. Menolak untuk dilupakan setelah album “Pop Psychology” pada tahun 2014 silam, album ke-4 ini, Neon Trees membawakan statement yang jelas dalam materi musik mereka; Pop Dance 80-an.

Dalam album kali ini, kita akan mendengarkan balada patah hati dengan lirik-lirik yang cengeng dan melankolis, namun dikemas dengan musik New Wave, Pop Dance ala Duran Duran yang upbeat. Tyler Glenn membawakan lagu-lagu pop dengan nada-nada tinggi dan teriakan yang emosional. Seperti orang patah hati yang memilih untuk pergi karaoke dan menari di lantai dansa, daripada menangis di kasur sendirian.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by NEON TREES (@official_neontrees) on Jul 23, 2020 at 3:09pm PDT

Perjalanan kita akan dimulai dengan track ‘Night’ yang up beat, seseorang yang berhasil menjalani hari, namun masih galau setiap malam setelah putus dari kekasih. Dengan aransemen musik yang kental dengan nuansa band Pop 80-an. Dilanjutkan dengan track ‘Used To Like’ dan ‘Holy Ghost’ dengan kesinambungan aransemen musik berstatement pada riff gitar dan ketukan drum dengan tempo yang pas untuk track Pop yang catchy. Membawakan energi drunk and broken hearted, ‘Skeleton Boy’ merupakan lagu dimana kita akan memeluk status kita sebagai seseorang yang sedang patah dengan cara menyenangkan.

“Now, I’m a skeleton boy, I don’t want my heart anymore, Oh, I’m a skeleton boy, strip me down to the bone and then leave me alone”

Jika ‘Skeleton Boy’ adalah lagu pesta yang up beat, ‘Mess Me Up’ adalah after party track. Setelah berpura-pura bahagia dengan berbagai track Pop Dance, track satu ini memiliki aransemen Ballad Pop ala slow dance prom song yang melankolis. Dengan lirik yang jujur tanpa sarkasme atau emosi, ‘Mess Me Up’ merupakan pesan untuk mengakhiri sebuah hubungan secepatnya agar tidak menimbulkan sakit hati terlalu lama.

Babak baru dimulai dengan track ‘Living Single’, ‘Everything is Killing Me’, ‘Going Through Something’, dan ‘When The Night Is Over’. Setelah puas bersedih ria, meluapkan amarah, dan jujur dengan perasaan, kini saatnya kita menghadapi kehidupan yang harus tetap berlanjut meski sebagai seorang jomblo. Tak mudah menjadi seorang jomblo, terkadang rasanya berat, namun ada optimisme dalam diri kita sendiri yang selalu memberi semangat.

“Bad vibes, they just won’t quit, I know everything is killing me, I just gotta live”

Hanya track penutup, ‘Best Friend’ yang terasa terlepas dari 9 track sebelumnya. Mulai dari lirik hingga aransemen musik yang terdengar seperti track Pop Alternative biasa.

Seharusnya album ini bisa menjadi momentum besar untuk kembalinya Neon Trees. Apalagi konsep musik Disco dan Pop Dance 80-an sedang marak diadaptasi oleh musisi besar.

Mungkin promosi awal sedikit lemah karena jarak perilisan single utama, ‘Used To Like’ yang jauh dengan tanggal rilis album ini. ‘Used To Like’ juga bukan track terbaik sebagai single utama, ada banyak track catchy lainnya yang lebih menarik sebagai single utama seperti ‘Skeleton Boy’, ‘Everything Is Killing Me’, ‘When The Night Is Over’, atau ‘Nights’.

Secara keseluruhan, “I Can Feel You Forgetting Me” merupakan album dengan materi spesifik dan statement yang kuat; lagu-lagu patah hati dengan aransemen musik Pop Dance 80-an. Mulai dari materi lirik yang setema antar track, disusun dengan tracklist dengan flow yang menyenangkan. Begitu juga konsep aransemen yang konsisten. Jauh dari kata monoton, Neon Trees mampu mengeksplorasi tema yang sangat khusus menjadi berbagai track catchy yang variatif.

Artikel Asli