Nenek Dian Bawa Jasad Cucunya Naik Motor karena Tak Ada Mobil Jenazah

kumparan Dipublikasikan 08.32, 18/09/2019 • Nabilla Fatiara
Dian Islamiyati, nenek yang ditolong polisi saat menggendong jasad cucunya di Cilincing. Foto: Abyan Faisal Putratama/kumparan

Seorang nenek bernama Dian Islamiyati (36) membawa pulang jenazah cucunya yang lahir prematur 6 bulan dari Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, dengan menggunakan motor. Namun, di tengah jalan, motor yang dinaiki Dian dan keponakannya mogok, hingga akhirnya ditolong polisi dan diantar sampai ke rumah.

Dian mengungkapkan, dokter di Puskesmas Cilincing telah memperbolehkan jenazah cucunya dibawa pulang setelah administrasi selesai. Sementara anak Dian, Insani Aura Stefani (17), masih menjalani perawatan sampai kondisinya pulih.

Sebelum pulang, Dian sempat ditanya dokter bagaimana membawa pulang jasad cucunya. Ia pun menjawab akan membawa dengan motor.

"Dokter menganjurkan seperti ini, 'Ibu, ini mau dibawa pulang?' dokter bilang gitu ke saya. 'Oh iya enggak apa-apa, lebih cepat lebih baik' saya bilang gitu," ucap Dian saat ditemui di rumahnya di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/9).

Seorang ibu yang mengendong jenazah di Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

"(Dokter bertanya) 'Ibu membawanya dengan menggunakan apa?', (saya balas) 'itu ada keponakan saya membawa motor'. 'Oh ya sudah enggak apa-apa, tapi kalau nanti seandainya di jalan ada halangan atau tilang polisi, tolong tunjukin surat dari dokter aja buat bukti'," lanjutnya.

Dian membantah pihak puskesmas tidak bersedia mengantarkan jasad cucunya menggunakan mobil jenazah. Ia melihat puskesmas hanya memiliki mobil ambulans, dan tidak ada mobil jenazah.

"Setelah saya mendengar, memang di situ belum ada mobil khusus untuk jenazah. Saya memang melihat mobil ambulans, tapi hanya khusus untuk pasien darurat. Saya mah ibaratnya enggak ada yang salah, semuanya baik-baik saja. Dari pihak puskesmas penanganan baik sekali, dari pihak kedokteran, suster, semuanya baik semua. Penanganannya cepat sekali," ungkapnya.

Polisi beri tumpangan ibu penggendong jenazah di Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

Setelah dokter memperbolehkan jasad cucunya dibawa pulang, Dian bersama keponakannya bergegas kembali ke rumah. Namun, di tengah jalan atau tepatnya di perempatan KBN Marunda, motor yang dinaikinya mogok karena habis bensin.

Keponakannya terpaksa menuntun motor sampai ke pom bensin terdekat. Sementara Dian memilih menunggu di pos tak jauh dari lokasi. Lalu seorang polisi sempat menghampiri mereka dan bertanya mengapa motor mereka mogok.

"Iya mohon maaf, Pak, sebelumnya saya salah, saya lagi keadaan darurat. Saya membawa saudara saya yang sedang membawa bayi yang sudah meninggal. Kalau Bapak enggak percaya ini ada suratnya," ucap Dian menirukan keponakannya saat ditanya polisi.

Akhirnya, seorang polisi bernama Aiptu I Wayan Putu Sumerta mengantarkan Dian sampai ke rumah dengan menggunakan mobil polisi. Tak hanya itu, polisi juga turut memberikan Rp 200 ribu sebagai uang duka cita.

Pihak puskesmas juga telah menemui Dian dan keluarga, dan memastikan seluruh biaya perawatan dibebaskan karena menggunakan BPJS Kesehatan.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko berjanji pihaknya akan merevisi SOP penggunaan mobil ambulans untuk jenazah.

“Ambulans warga ini kan nanti bisa menjadi kekuatan untuk bisa dikolaborasikan dengan warga sendiri. Sementara ini kan hanya evakuasi warga yang sakit di lingkungan menuju ke rumah sakit atau menuju tempat medis yang lain. Tapi kan sebenarnya bisa dipakai untuk hal seperti itu (mengantar jenazah),” jelas Sigit.

Untuk kasus nenek Dian yang membawa pulang jasad cucunya sendiri, memang SOP pengantaran jenazah tidak menggunakan ambulans, melainkan kendaraan dari Dinas Kehutanan DKI, yang juga bertugas mengurusi pemakaman.

Artikel Asli