Negara Ini Berantas Kebakaran Hutan Pakai Kambing, Emang Bisa?

hai-online.com Dipublikasikan 15.00, 18/11/2019 • Rayhadi Shadiq
Kambing mencari makan di antara tumpukan sampah di Kampung Bengek di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/9/2019).

HAI-ONLINE.COM - Fenomena kebakaran hutan makin kesini makin sering terjadi. Penyebabnya karena pemanasan global yang dibarengi musim kemarau. Angin yang kuat di musim kemarau juga bikin api kebakaran jadi cepet ngerembet.

Kebakaran hutan yang menyebabkan kerugian besar itu nggak cuma terjadi di Indonesia, tapi juga di Amerika Serikat, sob.

Tapi, mereka punya cara unik untuk memberantas kebakaran hutan.

Dilansir dari situs weforum.org, 500 ekor kambing diturunkan untuk mencegah kebakaran hutan di California, Amerika Serikat.

Buktinya, kawanan 500 kambing membantu menyelamatkan perpustakaan Ronald Reagan di California dari kebakaran beberapa waktu lalu, setelah kambing-kambing tersebut memakan semak belukar yang mudah terbakar di sekitar kompleks puncak bukit.

Kambing yang disewa mengunyah sikat untuk menciptakan api yang memperlambat api dan membiarkan petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

"Semua nyala api hilang. Yang kita lihat adalah lereng bukit yang hangus," kata salah satu juru bicara perpustakaan Reagan, Melissa Giller.

"Kami merasa yang terburuk sudah berakhir dan perpustakaan Reagan aman," sambungnya.

Segenap pihak yang terlibat kemudian bikin studi lebih lanjut, dan menyimpulkan kalau kebakaran hutan terjadi akibat tidak seimbangnya ekosistem.

Keseimbangan ekosistem yang dimaksud disini adalah adanya suatu organisme yang berperan vital dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan yakni organisme pemakan rumput yang spesifik.

Tapi, populasinya kurang sehingga jumlah rumput tinggi semakin tak terkendali hingga menyasar ke pemukiman warga dan pusat kota.

Tanpa disadari, justru dari rerumputan tersebut yang menyebabkan kebakaran meluas.

Ternyata penambahan populasi kambing di California terbukti bisa mencegah kebakaran.

Caranya yaitu meletakkan populasi kambing yang banyak di titik rawan kebakaran.

Kambing tersebut nantinya akan memotong jalur-jalur penyebaran api berupa rerumputan yang panjang dengan memakannya sehingga jikalau kebakaran terjadi, dampaknya bisa diminimalisir.

Hal ini juga terjadi karena rerumputan yang tinggi semakin berkurang setelah dikonsumsi kambing dan meminimalisir celah-celah penyebaran api kalau-kalau terjadi kebakaran.

Karena keberhasilan, ini Reagan Foundation selaku pihak yang menyediakan kambing untuk pencegahan kebakaran, kini menambahkan populasi kambingnya sebanyak 305 buah lagi.

Artinya sekarang ada 805 ekor kambing yang bekerja menghabiskan jalur-jalur peredaran api d ititik rawan kebakaran sebesar 5 hektar dengan memakan rumput-rumput tersebut.

Selain digunakan sebagai pencegah kebakaran, kambing-kambing tersebut diketahui bisa memakan tanaman-tanaman berbahaya dan menghabiskan populasi hewan invasif yang merugikan seperti hama tanaman.

Wah keren juga ya solusi ini. Semoga bisa diterapin di area rawan kebakaran hutan di Indonesia ya, sob..

Artikel Asli