Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

Kompas.com Dipublikasikan 04.29, 08/08 • Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHA
Uho (76), seorang nenek renta asal Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, tergeletak lemah tak berdaya sembari telanjang dan berbalut sarung lusuh ditemani ayam dan hewan peliharannya di dalam rumah, Jumat (7/8/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Uho (76), seorang nenek renta asal Kampung Rarangjami, RT 02 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, ditemukan mengenaskan tergolek telanjang dan hanya berbalut sarung lusuh di rumah reyotnya oleh tetangganya pada Jumat (7/8/2020).

Di dalam rumahnya yang tak terurus itu terdapat hewan peliharaannya, mulai dari ayam, burung dan kucing lalu lalang melewati tubuh nenek renta yang tak berdaya karena sakit usia tua.

Mulanya, pengurus wilayah setempat sudah beberapa hari tak melihat nenek renta itu keluar rumah. Ia selama ini tinggal sendirian bersama hewan peliharaannya dalam satu atap.

Baca juga: Kebahagiaan Dua Nenek di Wonogiri, Didatangi Ganjar dan Dapat Listrik Gratis

Saat ketua RT setempat bersama warga dan petugas Dinas Sosial Kota Tasikmalaya memaksa masuk rumah nenek tersebut, semuanya terkejut karena melihat pemilik rumah tergolek kesakitan tanpa busana dan kakinya hanya terbalut seutas kain sarung yang bercampur kotoran hewan dan debu.

“Saya awalnya takut ada apa-apa, makanya inisiatif melapor ke dinas terkait. Alhamdulillah kemarin langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Ketua RT wilayah setempat Dudin, kepada wartawan, Jumat malam.

Dudin menambahkan, selama ini nenek tersebut tinggal bersama anaknya, Aep Saepudin (55), yang berprofesi sebagai satpam di salah seorang rumah pejabat Pemkot Tasikmalaya.

Namun, anaknya yang selama ini bekerja penuh 24 jam sudah beberapa tahun terakhir jarang pulang hingga membuat ibu kandungnya sakit-sakitan dan tak terurus.

Anaknya pulang ke rumah sang ibu hanya sebentar karena kerja menjadi satpam penuh waktu.

Aep juga telah berpisah dengan istri dan anak-anaknya sehingga jarang pulang ke rumah ibunya.

“Memang dua hari terakhir ini kelihatannya sakit. Dari luar terlihat tertidur di kasurnya, biasanya suka ada keluar rumah. Seringnya di rumah ditemani hewan peliharaan. Anaknya kan bekerja sebagai satpam, makanya waktunya tak banyak di rumah,” ungkapnya.

Melihat kondisi nenek yang memprihatinkan itu, pengurus kampung dan petugas Dinsos Kota Tasikmalaya langsung membawanya ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ada pun rumahnya telah dicatat untuk mendapatkan bantuan rehab dari Pemkot Tasikmalaya melalui dinas terkait.

Ucapan terima kasih

Di lokasi terpisah, anak nenek renta tersebut, Aep Saepudin (55), mengucapkan terima kash kepada para pengurus RT dan tetangganya yang telah membantu ibunya.

Ia mengaku baru tahu ibunya sakit dan dibawa ke rumah sakit setelah diberi tahu tetangganya.

Aep juga mengaku gembira karena tanpa pengajuan pun pemerintah akan membantu rehab rumah.

“Ini juga sedang beres-beres barang yang ada di rumah. Kemarin juga kaget tiba-tiba ada yang datang ke tempat kerja, ibu dibawa ke rumah sakit. Baru kemarin sakitnya, sebelumnya pernah tapi sudah sembuh. Paling di rumah sendirian kalau saya sedang bekerja,” kata Aep.

Baca juga: Cerita Polwan Ingin Gendong Nenek Renta Saat Pembagian Sembako di Gunung Galunggung

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi, mengaku pihaknya akan langsung memberikan bantuan rehab rumah serta merawat nenek itu selama sakit.

“Bisa dibayangkan sebagai anak melihat orangtua sedang sakit. Tanpa ada pengusulan pun, kami akan memakai dana darurat untuk memperbaiki rumahnya supaya layak huni," pungkas Nana.

Penulis: Kontributor Tasikmalaya, Irwan NugrahaEditor: Farid Assifa

Artikel Asli