Nasehat Bruce Lee yang Cocok untuk Antoine Griezmann: Jadilah Air

kumparan Dipublikasikan 05.05, 18/11/2019 • Supersoccer
Antoine Griezmann belum optimal di Barcelona. Foto: AFP/Josep Lago

Pada Juli 2019, Barcelona resmi merampungkan transfer Antoine Griezmann. Tidak tanggung-tanggung, Blaugrana disebut harus mengeluarkan 120 juta euro untuk mendaratkan penyerang Prancis itu ke Camp Nou.

Memang, transfer itu diselimuti kontroversi. Membikin klub lama Griezmann, Atletico Madrid, geram hati. Kalian yang pernah 'ditikung' pasti mengerti.

Apa, sih, yang membikin raksasa Catalunya itu rela mati-matian mengejar Griezmann? Well, rekor 133 gol dan 50 assist dari 257 laga lintas kompetisi penyerang kelahiran 21 Maret 1991 ini bersama Los Rojiblancos adalah jawabannya.

Griezmann juga seorang pemain serbabisa. Dia bisa mengisi pos nomor 9, winger, atau gelandang serang. Tak pelak, semua alasan ini membuat publik Camp Nou berharap banyak.

Griezmann saat diperkenalkan oleh Barcelona. Foto: LLUIS GENE / AFP

Tapi, masalahnya begini. Pemain nomor punggung 17 ini sampai sekarang masih belum maksimal dalam menunjukkan tajinya.

Dari total 15 laga yang telah dilakoni, Griezmann baru menyumbangkan 4 gol dan 3 assist untuk Barcelona --semuanya di La Liga Spanyol. Bagaimana dengan statistik lainnya?

WhoScored mencatat bahwa dari 11 kali turun laga di La Liga, Griezmann hanya membukukan rata-rata 1 tembakan akurat per laga, sedangkan di Liga Champions hanya 0,3 per laga (dari empat laga). Untuk rata-rata umpan kuncinya, baik di La Liga maupun Liga Champions, juga hanya 0,8 per laga.

Kemudian, untuk ukuran pemain yang lebih sering ditempatkan sebagai winger kiri (11 kali turun tampil) dibandingkan penyerang tengah (4 kali turun tampil), catatan dribel sukses Griezmann juga masih mengecewakan: Hanya 0,4 per laga.

Kepada Telefoot --yang juga dilansir Marca-- Griezmann mengaku masih harus beradaptasi. "Enggak gampang main di klub ini (Barcelona). Ini klub baru, klub berbeda, taktik baru (untuk saya)," ujarnya.

"Tetapi Anda harus bekerja, saya bangga berada di sini. Mereka percaya pada saya. Saya harus mendapatkan kepercayaan dari tim dan saya akan siap," lanjutnya.

Ya, memang pada akhirnya Griezmann-lah yang harus beradaptasi dengan taktik Ernesto Valverde. Bukan sebaliknya. Sebagaimana nasehat Bruce Lee dalam serial drama Amerika Serikat, Longstreet:

"You must be shapeless, formless, like water. When you pour water in a cup, it becomes the cup. When you pour water in a bottle, it becomes the bottle. When you pour water in a teapot, it becomes the teapot. Water can drip and it can crash. Become like water my friend."

-Bruce Lee

Enggak cuma di drama yang booming pada tahun 1970-an itu saja, dalam kesempatan lain, Bruce Lee juga berujar hal yang sama. Seolah-olah, sang ahli bela diri hendak menekankan bahwa 'menjadi air' adalah modal penting dalam kehidupan manusia.

Terlepas dari apa pekerjaanmu atau di mana tempat tinggalmu, ngin survive? Jadilah air.

Ini juga berlaku bagi Griezmann. Sebab, gaya permainan Atletico Madrid yang dinakhodai Diego Simeone berbeda dengan gaya permainan Barcelona di bawah asuhan Ernesto Valverde.

Griezmann harus seperti air. Mengikuti bentuk permainan tim mana pun yang dibelanya. Itu adalah kuncinya.

Dan tampaknya, Griezmann mengerti akan hal ini. Dia juga menekankan bahwa yang terpenting adalah kemenangan tim, bukan sekadar perkara jumlah gol yang dicetaknya.

"Saya lebih sebagai pemain tim, maksudnya (saya) mencoba mengatur pergerakan orang lain dan (maksudnya saya) mencoba berguna bagi rekan setim saya," ungkapnya.

"Dan jika saya bisa mencetak gol, maka itu jauh lebih baik, tetapi itu bukan tujuan utama saya. Jika kita mendapatkan tiga poin, saya senang dengan diri saya sendiri," lanjutnya.

----

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

Artikel Asli