Naik Lagi, Jokowi Ungkap Sebab Utang Indonesia Tembus Rp5.600 T

INDOZONE.ID Dipublikasikan 07.31, 16/12/2019 • INDOZONE
Naik Lagi, Jokowi Ungkap Sebab Utang Indonesia Tembus Rp5.600 T
Presiden Jokowi mengungkapkan penyebab hutang luar negeri Indonesia yang kembali naik, yakni menjadi 5.600 triliun.

Utang luar negeri (ULN) Indonesia menembus US$400,6 miliar atau sekira Rp 5.600 triliun (kurs Rp14.013) per akhir Oktober 2019. Angka itu mengalami kenaikan 11,9 persen secara year on year (yoy), lebih cepat ketimbang pertumbuhan September sebesar 10,4 persen. 

Data yang dirilis Bank Indonesia (BI) menjelaskan total utang itu terbagi dalam sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$202 miliar, serta swasta (termasuk BUMN) US$198,6 miliar. 

Presiden Joko Widodo pun mengungkapkan, beberapa sebab ULN terus meningkat karena Indonesia selalu mengalami defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), dan defisit neraca perdagangan. 

Pemerintah tak ayal menambal defisit dengan utang. Kondisi Indonesia yang gemar melakukan impor juga menjadi sebab defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. 

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), neraca dagang Indonesia defisit US$1,33 miliar pada November 2019. Angka itu berasal dari ekspor sebesar US$14,01 miliar pada bulan kemarin, sementara impornya US$15,34 miliar.

"Kita ini berpuluh tahun memiliki masalah besar yang namanya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan gara-gara impor kita lebih besar dari ekspor kita. Dikit-dikit ngimpor, dikit-dikit ngimpor," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12).

Naiknya ULN juga dipengaruhi transaksi penarikan neto dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Utang dalam rupiah lantas menjadi lebih tinggi dalam denominasi dolar AS. 

Artikel Menarik Lainnya

  • Polda Riau Selamatkan 4 Bayi Singa Afrika

  • Wiranto Kekeh Tak Mau Mundur dari Dewan Pembina Hanura

  • Jadi Ketua Wantimpres, Wiranto: Saya Paham Obsesi Kenegaraan Jokowi

Artikel Asli