Nadiem Jadi Calon Menteri Jokowi, GoJek Umumkan CEO Baru

Kompas.com Dipublikasikan 06.44, 21/10/2019 • Reska K. Nistanto
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
 Reska K. Nistanto/KOMPAS.comKantor Go-Jek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Nadiem Makarim memastikan dirinya sudah melepas jabatan di perusahaan ride-hailing GoJek, setelah mengonfirmasi tawaran Presiden Joko Widodo menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2.

"Saya mendapat kehormatan yang luar biasa untuk bisa bergabung ke kabinetnya Pak Presiden," ujar Nadiem seuai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Senin (21/10/2019).

Kendati demikian, Nadiem masih enggan membeberkan bakal posisinya di eksekutif. Ia mengatakan, posisi spesifik baru akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Nadiem saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) alias pimpinan GoJek. Lantas, siapa yang bakal menggantikan Nadiem Makarim selaku CEO GoJek?

Tak butuh waktu lama bagi GoJek untuk menunjuk CEO baru. Sebab, Chief Corporate Affairs GoJek, Nila Marita ketika dihubungi tak lama setelah Nadiem menyatakan mundur, mengatakan pihaknya akan menghadirkan pemimpin baru.

"Andre Soelistyo, Presiden GoJek Grup dan Kevin Aluwi, Co-founder GoJek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO," kata Nila dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Senin siang.

Andre Soelistyo sendiri telah menjabat sebagai Presiden GoJek sejak 2016 lalu. Andre bergabung pada 2016 dari firma investasi Northstar Group yang berinvestasi di Go-Jek pada 2015.

Andre juga pernah bekerja di startup fintech Kartuku. Go-Jek mengakuisisi Kartuku pada 2017.

Sementara Kevin Aluwi merupakan rekan Nadiem saat mendirikan GoJek 5 tahun lalu, yang kini menjabat sebagai Chief Information Officer Go-Jek.

Sebelumnya, Kevin juga pernah menjabat sebagai Chief Financial Officer Gojek pada periode 2014-2016.

Baik Andre Soelistyo maupun Kevin Aluwi keduanya sama-sama memiliki posisi di dewan direksi GoJek.

Penulis: Reska K. Nistanto

Editor: Reza Wahyudi

Artikel Asli