Music Lives Matter Suarakan Kegundahan Pekerja Seni pada Masa Pandemi

Jawapos Diupdate 10.19, 06/08/2020 • Dipublikasikan 17.19, 06/08/2020 • Latu Ratri Mubyarsah
Music Lives Matter Suarakan Kegundahan Pekerja Seni pada Masa Pandemi

JawaPos.com–Pasca menggelar demonstrasi, musisi dan pekerja hiburan malam belum mendapatkan respons atau tanggapan apapun dari Pemerintah Kota Surabaya maupun pemangku kebijakan. Sambil menyiapkan aksi lanjutan, mereka mulai menggalakkan kampanye bertajuk Music Lives Matter.

Dwi Budi Darma Arief, perwakilan musisi Surabaya, berharap melalui kampanye Music Lives Matter, Pemkot Surabaya mulai membuka mata terhadap pekerja seni.

”Pada era new normal ini, sudah seyogyanya wali kota memperhatikan semua pekerjaan masyarakat. Jadi nggak ada lagi diskriminasi profesi. Kenapa pada era new normal beberapa industri sudah boleh berjalan dengan protokol kesehatan tertentu, sementara nggak ada peraturan yang merangkul pekerja seni?” ujar Arief, yang juga co-founder Pasukan Records, label nasional asal Surabaya.

Arief menyayangkan pemkot masih diam atas kelangsungan hidup pekerja seni. Seharusnya pemerintah merangkul pekerja seni sebagai bagian dari upaya penyembuhan Covid-19. ”Aksi demonstrasi atau kampanye Music Lives Matter ini bukan hanya untuk menuntut pemerintah lebih memperhatikan pekerja seni, tapi kami ingin dilibatkan dalam upaya mengurangi jumlah penderita Covid-19,” papar Arief.

Salah satu poin yang disuarakan Arief dan demonstran lain adalah mencabut Perwali 33 Ttahun 2020. Mereka merasa peraturan tersebut diskriminatif dan mengacuhkan pekerja seni.

”Karena nggak ada respons, kami menyiapkan kampanye via digital dan bike protest. Kami akan mengajak pesepeda yang juga pekerja hiburan malam maupun pemilik kafe yang terdampak Perwali 33 Tahun 2020. Harapannya, wali kota tergerak dan melihat kampanye kami. Ini lho, kami nggak cuma menuntut, kami ingin membantu,” ujar Arief.

Terkait gerakan Music Lives Matter, Arief akan mengajak pengguna media sosial untuk mengunggah artwork. Pesan yang ingin disampaikan adalah kehidupan manusia berkaitan dengan musik. Termasuk pada masa pandemi.

”Yang kita hadapi saat ini bukan kriminalitas, tapi wabah yang secara nyata bisa dilawan dengan sistem imun. Tujuan dari musisi dan pekerja seni adalah menghibur orang. Kami berharap pemerintah mampu membuat peraturan yang merangkul kami untuk menjadi industri penangkal virus,” tutur Arief.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Artikel Asli