Murka sang Raja Singa di Serie A

kumparan Dipublikasikan 09.19, 23/09/2019 • Yoga Cholandha
Fernando Llorente merayakan gol ke gawang Lecce. Foto: Reuters/Ciro De Luca

Agustus 2019 sudah hampir habis ketika Fernando Llorente tiba di Bandar Udara Internasional Napoli di Capodichino. Persis dua bulan sebelumnya dia resmi menjadi pengangguran ketika kontraknya bersama Tottenham Hotspur berakhir.

Llorente datang dengan beban berat. Bukan karena harganya yang selangit karena Napoli tak perlu mengeluarkan biaya transfer sepeser pun untuk mendapatkannya, tetapi lantaran pria Spanyol itu punya reputasi hebat.

Pada musim terakhirnya bersama Tottenham, Llorente menjelma jadi pahlawan terutama di Liga Champions. Dia mencetak gol ke gawang Dortmund, Manchester City, dan Ajax untuk meloloskan The Lilywhites ke partai puncak. Sayang, Tottenham akhirnya harus puas jadi runner-up.

Tottenham sebenarnya punya opsi untuk memperpanjang kontrak Llorente setahun lagi. Akan tetapi, mereka memilih tak mengaktifkan klausul tersebut. Penyerang kawakan berusia 35 tahun itu pun akhirnya angkat kaki.

Fernando Llorente merayakan gol ke gawang Manchester City di perempat final Liga Champions 2018/19. Foto: Anthony Devlin / AFP

Di masa-masanya menjadi pengangguran, tawaran kerja yang datang kepadanya cukup banyak. Jika sumber ESPN bisa dipercaya, Llorente setidaknya mendapat tawaran dari Flamengo, Boca Juniors, PSV Eindhoven, Schalke, serta Fiorentina.

Namun, di antara mereka tidak ada yang bisa memberi iming-iming seperti Napoli. Yakni, bermain di Liga Champions. Dengan demikian, Llorente pun akhirnya merapat ke Stadio San Paolo.

Tiba di akhir Agustus, alias di dekat tenggat penutupan jendela transfer, menghadirkan keberuntungan bagi Llorente. Karena itu, dia tidak harus langsung bermain. Ada jeda internasional yang sudah menanti sehingga eks striker Juventus itu mendapat waktu aklimatisasi selama dua pekan.

Hasilnya pun luar biasa. Pada pertandingan pertama menghadapi Sampdoria dia turun sebagai pengganti. Hanya dua menit setelah masuk ke lapangan Llorente langsung mampu mencatatkan assist untuk gol yang dicetak Dries Mertens. Napoli menang 2-0 dalam pertandingan itu.

Pada pertandingan berikutnya Llorente kembali tampil sebagai pengganti. Bedanya, kali ini pemain berjuluk El Rey Leon (Si Raja Singa) itu berlaga di Liga Champions, ajang yang sudah menjadi saksi kehebatannya. Menghadapi Liverpool, yang mengalahkannya musim lalu di final, Llorente turun selama 21 menit.

Fernando Llorente mencetak gol ke gawang Liverpool. Foto: AFP/Andreas Solaro

Lagi-lagi, Llorente sukses memberi impresi bagus. Di masa injury time mantan penyerang Athletic Club itu mencetak gol ke gawang Adrian San Miguel untuk menggandakan keunggulan Napoli menjadi 2-0. Gol itu sendiri jadi penentu hasil akhir pertandingan.

Tampil apik di dua laga perdana membuat Llorente akhirnya memperoleh kesempatan tampil sejak menit pertama. Bertempat di Stadio Via Del Mare, Minggu (22/9/2019), Llorente melakoni debutnya sebagai starter untuk Partenopei.

Dasarnya memang sedang panas, Llorente tak bisa dihentikan oleh Lecce yang gawangnya sudah kemasukan 6 kali dalam 3 pertandingan sebelumnya. Llorente mencetak dua gol dalam laga yang dimenangi Napoli 4-1 tersebut. Gol-gol itu menjadi gol pembuka dan penutup pesta pasukan Carlo Ancelotti.

Apa yang dilakukan Llorente itu membuatnya jadi pemain pertama yang mampu mencetak dwigol dalam debut sebagai starter untuk Napoli sejak 2016. Kala itu sosok yang mampu menorehkan catatan tersebut adalah Arkadiusz Milik.

Milik sendiri ikut bermain dalam pertandingan melawan Lecce tersebut. Menariknya, gol pertama Llorente lahir dari bola muntah hasil tendangan striker Polandia tersebut. Seusai laga Ancelotti pun memuji kerja sama kedua pemain tersebut.

"Dia (Llorente) tampil impresif. Aku suka caranya bermain bersama Milik dan bagaimana mereka menempatkan posisi. Gol tadi datang dari tendangan Milik sehingga kami punya banyak variasi di lini depan," ujar Ancelotti kepada Sky Italia.

"Hari ini Milik bermain sebagai penyerang kanan, [Lorenzo] Insigne penyerang kiri, dan Llorente sebagai penyerang tengah. Milik bisa menendang dari jarak jauh dan membuka banyak ruang. Dia biasa bermain dengan Robert Lewandowski di Polandia sehingga dia sudah terbiasa," tambahnya.

Bicara soal Milik, dwigol yang dicetaknya pada 2016 itu adalah sebuah bukti betapa besarnya potensi yang dia miliki. Sayangnya, sejauh ini karier mantan bomber Ajax itu kerapkali terkendala cedera. Satu hal yang bisa dilakukan Llorente adalah berdoa agar itu tak terjadi padanya.

Artikel Asli