Mungkinkah Kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin Kembali Tarik Investor?

Tempo.co Dipublikasikan 09.49, 17/10/2019 • Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan
Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden pada Ahad mendatang bisa jadi momentum menarik kembali investor asing.

TEMPO.CO, Jakarta - Momentum pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden pada Ahad mendatang diperkirakan kembali menarik minat penanam modal asing untuk berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

Hal ini menjadi sentimen positif karena data Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing terpantau telah keluar dari pasar saham Indonesia sekitar Rp 24,06 triliun dalam tiga bulan terakhir. Namun sejak awal tahun hingga kini (year to date), tercatat aksi beli bersih (nett buy) dari investor asing senilai Rp 49,45 triliun.

Nilai tersebut perlu dikurangi dengan aksi crossing saham oleh MUFG Bank Ltd. terhadap PT danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. dengan nilai transaksi nontunai senilai Rp 49,62 trliun. Dengan demikian, sejak awal tahun justru terjadi aliran modal keluar asing (foreign capital outflow) sekitar Rp 0,17 triliun.

Thendra Crisnanda, Head of Research Institusi MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa kombinasi sentimen negatif dari global maupun domestik menjadi penyebab kaburnya investor asing dari pasar modal Indonesia.

“Tetapi memang ketidakpastian global lebih mendominasi sehingga cenderung investor asing keluar di tengah penantian pelantikan Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2019,” kata Thendra, Rabu, 16 Oktober 2019.

Thendra menyebutkan, susunan kabinet dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin nanti dapat menjadi salah satu katalis positif untuk menarik kembali minat investor asing. Terlebih jika susunan menteri nantinya merupakan tokoh-tokoh yang pro-pasar.

Tak hanya itu, Thendra memperkirakan bakal ada peluang terjadinya window dressing pada akhir tahun ini sehingga bisa membawa kembali masuk dana asing ke pasar modal. Secara siklus pada kuartal terakhir setiap tahun biasanya pendapatan emiten akan dirilis lebih baik dibandingkan dengan pencapaian pada periode Januari - Juni.

Valuasiblue chip yang tertekan cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir, menurut Thendra, juga berpotensi diakumulasikan lagi oleh investor karena sudah relatif menarik.

Hal senada disampaikan oleh Irwanti, Direktur & Fund Manager Schroders Indonesia. Ia memperkirakan pada kuartal terakhir ini masih ada peluang masuknya aliran modal asing (foreign capital inflow). Sebab, selama setahun terakhir tercatat investor asing melakukan net sell senilai US$ 516 juta dari pasar saham Tanah Air.

Namun demikian, pelaku pasar diharapkan tetap waspada karena saat ini investor asing terhadap pasar Indonesia tidak berada di posisi overweight. “Kita harus menghadapi potensi outflow dari (sentimen) rebalancing indeks MSCI yang akan terjadi pada November dengan estimasi mencapai US$ 26 juta,” ucap Irwanti.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan telah selesai menyusun anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia juga memutuskan untuk mengangkat menteri dari kalangan muda, atau di bawah 30 tahun.

Meskipun berusia belia, kata Jokowi, calon menteri itu telah memiliki pengalaman manajerial yang cukup. “Sebenarnya banyak calon dari anak-anak muda, mereka tampil percaya diri. Tapi begitu diteliti pengalaman manajerialnya, ternyata lemah,” ujarnya, Rabu, 14 Agustus 2019.

Ia menjelaskan calon dari kalangan muda ini tak berasal dari partai politik. Dia akan mengisi pos kementerian lama.

Selain itu, Jokowi menyatakan sejumlah kementerian memang akan diubah, disesuaikan dengan kebutuhan. Ada pula kementerian baru yang antara lain menangani urusan investasi.

Jokowi mengatakan siap mengumumkan nama-nama menteri itu kapan saja. “Bisa segera diumumkan, karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” ucapnya saat itu.

BISNIS

Artikel Asli