Mumtaz Rais ke Pimpinan KPK saat Ditegur Pakai HP di Pesawat: Kamu Siapa?

kumparan Dipublikasikan 12.49, 14/08 • kumparanNEWS
Mumtaz Rais. Foto: Instagram/@mumtaz.rais

KPK angkat bicara mengenai insiden yang melibatkan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais di pesawat Garuda Indonesia GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8).

Dalam insiden tersebut, keduanya terlibat cekcok. Politikus PAN tersebut tak terima ditegur karena menggunakan HP, tepatnya asyik telepon, saat pesawat sedang boarding dan mengisi bahan bakar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan saat itu Nawawi dalam posisi sebagai penumpang yang mengingatkan penumpang lain agar mematuhi aturan penerbangan, terlepas apa pun jabatannya.

"Posisi Pak Nawawi untuk mengingatkan penumpang lain saat itu lebih bertindak sebagai salah satu penumpang yang menyadari adanya aturan di penerbangan yang wajib dipatuhi oleh siapa pun, tidak peduli anda pejabat negara ataupun tidak," ujar Ali dalam keterangannya pada Jumat (14/8).

Nawawi Pomolango. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Selain itu ada aspek keselamatan seluruh penumpang yang juga perlu diperhatikan, sehingga Nawawi saat itu menyampaikan saran pada salah satu penumpang penerbangan Garuda Indonesia yang sedang berbicara melalui telepon padahal saat itu pesawat sedang mengisi bahan bakar saat transit di Makassar dan telah ada imbauan dari petugas di pesawat baik melalui audio ataupun secara langsung agar menonaktifkan telepon genggam," lanjutnya.

Namun teguran yang disampaikan Nawawi saat itu justru dibalas dengan nada ketus oleh Mumtaz. Bahkan, Mumtaz membawa-bawa jabatan rekannya selaku anggota DPR yang saat itu ikut dalam penerbangan.

"Iktikad baik mengingatkan yang bersangkutan (Mumtaz) tersebut justru direspons negatif. Bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan 'kamu, siapa?' Dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR-RI," jelas Ali.

Plh Jubir KPK Ali Fikri. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Ali menambahkan, saat itu Nawawi tak mengetahui dengan siapa ia berdebat. Nawawi hanya mengingatkan agar penumpang itu agar mematuhi aturan yang berlaku.

"Saat itu Pak Nawawi tidak mengetahui nama atau dengan siapa ia bicara tersebut, namun memutuskan untuk mengingatkan penumpang tersebut agar mematuhi aturan yang berlaku di penerbarangan. Nawawi juga tidak pernah berharap ia didengar karena ia adalah pimpinan KPK, namun harapannya siapa pun penumpang yang mengingatkan penumpang lain, seharusnya tidak direspons secara negatif. karena hal itu adalah untuk kepentingan bersama," ucap Ali.

Ali menegaskan, insiden tersebut seharusnya tak perlu terjadi jika seluruh penumpang memiliki kesadaran bersama dan bersedia diingatkan apabila melakukan kekeliruan.

"Pak Nawawi sudah menyampaikan bahwa hal ini bukan masalah pribadi beliau, tetapi agar menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk patuh pada aturan yang berlaku, khususnya di penerbangan karena ini terkait dengan keselamatan seluruh penumpang. Dan yang juga paling penting: apa pun jabatan kita bukan berarti membuat kita dikecualikan dari kewajiban etik dan hukum agar patuh pada peraturan yang berlaku. Justru pejabat publik wajib memberikan contoh integritas dalam hal apa pun," tutupnya.

Artikel Asli