Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Kompas.com Dipublikasikan 05.29, 12/08/2020 • Ellyvon Pranita
SHUTTERSTOCK/SKY2020
Ilustrasi hujan meteor

KOMPAS.com - Melihat fenomena langit bisa menjadi alternatif yang menyenangkan bagi Anda yang merasa jenuh berlama di rumah.

Mulai malam nanti hingga besok, Anda dapat menyaksikan fenomena langit berupa hujan meteor Perseids dari langit Indonesia.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emannuel Sungging menuturkan, hujan meteor sebenarnya bisa terjadi sepanjang tahun.

Hujan meteor bisa terjadi karena dalam revolusi mengitar matahari, bumi senantiasa melewati wilayah yang tidak sepenuhnya hampa.

Baca juga: Fenomena Langit Agustus 2020: Okultasi Mars hingga Hujan Meteor Perseids

Penampakan itu terjadi, ketika melewati daerah yang terkontaminasi oleh debu komet, asteroid, atau debu-debu kosmis lainnya.

Puncak hujan meteor Perseid; 12-13 Agustus 2020

Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo menjelaskan bahwa hujan meteor Perseids adalah hujan meteor periodik yang disebabkan persinggungan bumi dengan partikel-partikel debu produk emisi komet Swift Tuttle (109P).

Untuk diketahui, komet Swift Turttle (109P) merupakan komet yang berperiode panjang yaitu sekitar 113 tahun.

Marufin berkata, periode panjang komet Swift Tuttle (109P) ini berpotensi bahaya bagi Bumi dalam seabad ke depan.

Emanuel pun menambahkan, hujan meteor Perseids dinamai berdasarkan titik radian atau titik asal munculnya hujan meteor yang terletak di konstelasi Perseus.

Hujan meteor Perseids kali ini dianggap pula sebagai fenomena hujan meteor besar di periode tahun ini.

"Nanti yang lebih besar itu hujan meteor Perseid di bulan Agustus," kata Emanuel kepada Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Sebab, hujan meteor Perseids ini pada puncaknya di tanggal 12-13 Agustus 2020 memiliki intensitas 50-75 meteor per jam dengan kelajuan mencapai 212.400 km/jam.

Namun sebenarnya, hujan meteor Perseids ini telah aktif sejak tanggal 17 Juli dan berlangsung hingga 24 Agustus 2020.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Perbedaan Asteroid, Komet, dan Meteor

Di mana dan kapan bisa menyaksikannya?

Fenomena hujan meteor Perseids ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia jika cuaca dan kegelapan langit mendukung.

Anda dapat menyaksikannya mulai tengah malam hingga fajar bahari atau nautika berakhir yaitu 24 menit sebelum Matahari terbit, atau ketika radian berkulminasi di arah utara dengan ketinggian 25,3 derajat.

Untuk menyaksikannya Anda tidak memerlukan teleskop, cukup dengan mata telanjang secara langsung dengan catatat langitnya bersih dari polusi cahaya.

"Namun cahaya Bulan kwartir ketiga mungkin akan mengurangi jumlah meteor yang bisa disaksikan," ujar Marufin kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2020).

Penulis: Ellyvon PranitaEditor: Gloria Setyvani Putri

Artikel Asli