Mulai 17 Agustus, Sesama BUMN Dilarang Ikut Tender di Bawah Rp14 Miliar

Medcom.id Dipublikasikan 12.04, 12/08/2020 • https://www.medcom.id
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.

Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah melarang perusahaan BUMN untuk ikut dalam tender proyek yang digarap oleh BUMN lainnya dengan nilai investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp250 juta hingga Rp14 miliar.

Erick mengatakan proyek-proyek dengan besaran nilai tersebut harus diberikan oleh pemain dengan kategori Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia tidak mau lagi memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan besar ataupun sesama BUMN terlibat dalam proyek-proyek tersebut. Erick bilang kebijakan yang memberikan keberpihakan lebih pada UMKM ini akan diluncurkan pada 17 Agustus 2020.

"Kami ingin membantu UMKM karena itu InsyaAllah 17 Agustus akan launching, kita enggak mau lagi capex BUMN yang Rp250 juta-Rp14 miliar diambil BUMN juga. Saya sudah keluarkan peraturan menteri di mana BUMN enggak boleh saling tender," kata Erick dalam diskusi publik P2N Nahdlatul Ulama (NU), Rabu, 12 Agustus 2020.

Erick mengatakan saat ini sembilan BUMN telah berkomitmen untuk ikut serta mendukung UMKM bisa menyerap capex yang telah dialokasikan tersebut. Nantinya di Januari 2021 Erick mengatakan akan ada tambahan lagi sehingga jumlah BUMN yang berpartisipasi menjadi 30 perusahaan. Erick berharap setelahnya di Juli hingga Desember tahun depan seluruh BUMN bisa ikut berpartisipas dalam kebijakan ini.

"Kita harapkan kalau seluruh BUMN berjalan nanti kurang lebih setahun itu capex-nya Rp18 triliun lebih," ujar Erick.

Ia mengatakan ada delapan kelompok kegiatan belanja BUMN yang bisa ditawarkan pada UMKM di antaranya material konstruksi, pengadaan dan sewa peralatan-mesin, jasa konstruksi dan renovasi, jasa perawatan peralatan dan mesin, jasa ekspedisi dan pengepakan, jasa advertising, pengadaan dan sewa perlengkapan-furnitur, serta catering dan snack.

"InsyaAllah nanti kita lebarkan enam lagi, tapi saya menganut prinsip lebih baik dimulai dari yang kecil tapi jalan dari pada janji-janji tidak bisa diimplementasikan," tutur Erick.

Lebih lanjut dia berharap Perkumpulan Pengusaha Provesional Nahdliyin (P2N) NU juga bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Erick menjanjikan akan ada penandatanganan dalam waktu dua hingga tiga minggu mendatang mengenai kerja sama antara BUMN dan NU. "Saya harap NU bisa agresif karena ini program yang sangat baik," jelas Erick.

Artikel Asli