Muhammad Toha, Si Pembuat Drone yang Disebut Sebagai Habibie Selokan Mataram

Boombastis.com Dipublikasikan 06.35, 15/09/2019 • Ayu

Everybody knows Pak Habibie, right? Ya, setiap orang tau kalau mantan presiden Indonesia ini adalah orang yang hebat. Kemampuannya mendesain dan membuat pesawat terbang sudah tak lagi diragukan. Namun, bagaimana kalau ternyata ada orang yang punya kemampuan setara dengan Pak Habibie? Kamu mungkin tak akan menyangka, tapi fakta menunjukkan bahwa Muhammad Toha punya kemampuan yang tak bisa diremehkan.

Berjuluk Habibie dari Selokan Mataram, pria asal Nganjuk ini sedari kecil sudah gemar bermain layangan dan menyukai benda-benda yang bisa terbang. Alhasil setelah dewasa, ia mengembangkan hobi di bidang aeromodelling yang sudah ditekuninya sejak 2007. Toha membuat tricopter atau helikopter berkamera dengan tiga kaki yang banyak memberi manfaat bagi banyak orang.

Perjalanan panjang menekuni hobi masa kecil

Toha dengan pesawatnya [sumber gambar]

Melansir Brilio.net, perjalanan dalam menekuni hal yang ia sukai ini cukup panjang. Ketertarikan Thoha dengan aeromodelling sudah ditunjukkan sedari kecil. Diakuinya, dulu ia sangat menyukai layang-layang. Di mana ketika masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD), Thoha bukan cuma memainkannya, namun sudah memproduksi sendiri untuk dijual. Kegiatan membuat benda-benda yang bisa terbang itu ditekuninya hingga SMP. Lulus SMP, ia mengadu nasib di kota Gudeg. Tuntutan hidup membuat ia berinisiatif harus melakukan sesuatu agar tetap bisa makan di negeri orang.

Menjadi tukang jual koran di Jogja

Sempat jualan koran dan jadi OB [sumber gambar]

Merantau ke Jogja, ia tak langsung melanjutkan sekolah SMA, tetapi mencari uang terlebih dahulu. “Awal di Jogja itu saya ikut jualan koran sama temen. Tapi sebenarnya keinginan dengan benda terbang tadi itu ada, cuma masalah ekonomi belum mencukupi. Ya sudah, tahan dulu,” ucapnya, melansir dari Brilio. Selama tiga tahun ia bekerja keras banting tulang, tidur di sembarang tempat, uang hasil bekerja di siang hari ia tabung untuk bisa melanjutkan sekolah SMA.

Berteman dengan anak orang kaya selama masa SMA

Menerbangkan pesawat bersama [sumber gambar]

Toha yang tidak mampu, ternyata mendapatkan teman anak orang kaya selama SMA. ia bertugas menjadi penjaga kamar kost anak tersebut selama ia pulang ke Jakarta –karena si anak tersebut sudah kuliah. Ia meminta Toha untuk mengetik tugas kuliahnya, setelahnya Toha boleh menggunakan perlengkapan elektronik yang dipunya oleh anak tersebut. Kesempatan ini tentu tak disia-siakan oleh Toha untuk belajar. Melalui laptop pinjaman, ia belajar programming secara otodidak, dan tak lama setelah itu seorang teman mengajaknya berbisnis rental komputer. Ternyata, pekerjaan tersebut mengubah banyak jalan hidup Toha. Selain ilmu dan pengalaman, perlahan-lahan hidupnya mulai berkecukupan dan tak lagi terlunta-lunta.

Kembali menekuni hobi masa kecil

Setelah menikah dan hidup berkecukupan, Toha memulai kembali impian masa kecilnya. Ia mulai serius terhadap dunia aeromodelling. Membeli kamera, riset alat-alat demi merintis bisnis foto dari udara. Kala itu, Drone belumlah populer seperti sekarang, sehingga Toha bisa dikatakan perintis pesawat model drone yang bisa mengambil video dan foto dari udara. Sekitar tahun 2011, ia mengantarkan contoh videonya kepada salah satu stasiun televisi untuk ditayangkan. Usah itu berbuah manis, video yang hanya dibayar 100 ribu itu tayang di televisi. Setelahnya, job Toha semakin luas, dirinya mulai banjir job, dari produk maskapai, perusahaan properti, sampai produk minuman terkenal menggunakan jasanya untuk iklan televisi.

Namun, berbeda dengan drone kebanyakan, pesawat drone buatan Toha ini bisa menjelajah hingga puluhan kilometer. Lelaki yang pernah tinggal di daerah selokan Mataram ini pernah menjuarai lomba National Geographic pada 2014. Selain itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Indonesia (BPIP) baru-baru ini juga memberikan penghargaan terhadap dirinya atas pencapaian yang sudah ia lakukan. Semangat dan tetap menginspirasi ya, pak!

Artikel Asli