Mual saat Hamil Muda, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Popmama.com Dipublikasikan 09.00, 09/07 • Dimas Prasetyo
parenting.firstcry.com

Mual selama menjalani masa-masa kehamilan menjadi salah satu keluhan yang paling umum dialami oleh ibu hamil. 

Ketidakstabilan hormon yang kurang bisa dikontrol selama hamil dapat memicu terjadinya morning sickness seperti keluhan mual dan muntah-muntah. Kondisi ini juga dapat meningkat karena stamina dan daya tahan tubuh ibu hamil yang cenderung menurun. 

Selama fase mual terjadi, ibu hamil biasanya akan mengalami banyak keluhan. Kondisi ini seolah menjadi reaksi alami yang terjadi pada tubuh selama masa kehamilan.

Perlu diketahui bahwa saat hamil muda di trimester pertama kehamilan, tubuh sedang beradaptasi akan hadirnya makhluk kecil di dalam perut. 

Jika Mama ingin mengetahui beberapa penyebab mual saat hamil dan cara mengatasinya, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

1. Ada beragam penyebab mual saat hamil muda

Freepik/bearfotos

Setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan. Ada yang mengalami mual saat menjalani trimester pertama kehamilan, namun ada juga yang tetap sehat dan tidak mengalami keluhan apa pun. 

Gejala mual dan muntah pada ibu hamil tidak hanya terbatas pada pagi hari saja. Perlu diketahui bahwa ibu hamil dapat mengalami gejala tersebut kapan saja, termasuk ketika malam hari. 

Berikut beberapa penyebab mual saat hamil muda, yang bisa Mama alami: 

  • Adanya peningkatan kadar hormon estrogen.
  • Sensitivitas ibu hamil terhadap tubuhnya menjadi meningkat. 
  • Terlalu lelah dan terlalu memaksakan diri untuk menjalani berbagai aktivitas.
  • Kesiapan tubuh yang masih kurang ini terutama terjadi saat kehamilan pertama.  
  • Sensitivitas terhadap aroma atau bau tertentu, sehingga meningkatkan rasa mual. 
  • Kekurangan vitamin B6 di dalam tubuh. Vitamin B6 yang cukup selama hamil mampu mengatasi permasalahan anemia, mencegah risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol tinggi, hingga mengurangi morning sickness.

Selain itu, asam lambung juga bisa memicu terjadinya rasa mual pada ibu hamil. Seseorang yang mengalami asam lambung biasanya mengalami gejala seperti bersendawa dan batuk akibat refluks asam, sehingga menyebabkan rasa mual dan muntah. 

2. Apakah mual yang berlebihan dapat membahayakan janin?

Freepik

Mual dan muntah yang berlebihan akan menyebabkan ibu hamil kehilangan banyak cairan, sehingga akan berdampak buruk pada kesehatan janin di dalam kandungan. 

Terkait dengan hamil muda biasanya mual akan menghilang dengan sendirinya ketika sudah masuk minggu ke-12. Meski beberapa ibu hamil mengalami mual muntah hingga akhir kehamilan.

Kondisi mual dan muntah yang berat perlu mendapatkan penanganan dari dokter. Mama perlu segera pergi ke dokter saat mengalami beberapa kondisi, seperti demam, perut terasa nyeri, jantung berdetak lebih cepat, lemas hingga ingin pingsan. 

Selain itu, frekuensi muntah sangat sering disertai darah juga perlu diwaspadai. 

Tetaplah menjaga kesehatan diri sendiri dan janin di dalam kandungan supaya gejala mual serta muntah tidak mengganggu aktivitas sehari-hari selama hamil. 

3. Bagaimana mengatasi rasa mual saat menjalani hamil muda?

Freepik/Yanalya

Demi mengatasi rasa mual ketika hamil muda, ibu hamil bisa melakukan beberapa cara sederhana, antara lain: 

  • Hindari segala asupan makanan yang berlemak dan mengandung cukup banyak gula. 
  • Melakukan pengobatan alami seperti mengunyah daun mint, madu, cengkeh, atau jahe. 
  • Melalukan pijat telapak tangan di bagian sela-sela ibu jari dan telunjuk untuk mengatasi rasa mual. 
  • Makan secara rutin, meskipun sedikit. Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. 
  • Memerhatikan ventilasi ruangan di dalam rumah. Ruangan yang memiliki ventilasi baik dapat membuat proses pernapasan ibu hamil menjadi lebih baik. 
  • Berusahalah untuk mencukupi kebutuhan air selama masa kehamilan. Pastikan minum air mineral sebanyak 10-12 gelas setiap harinya untuk meminimalkan rasa mual. 
  • Menghirup aroma yang menenangkan dan segar untuk mengatasi rasa mual, seperti lemon atau rosemary. Gunakanlah aromaterapi agar ruangan menjadi lebih segar.

Selain itu, ibu hamil disarankan untuk memperbanyak asupan cairan selama masa kehamilan. Dengan meningkatkan asupan cairan, maka akan mampu menyembuhkan berbagai gangguan pencernaan yang memicu rasa mual. 

Hindari juga bau-bau yang tajam karena dapat memicu rasa mual. Disarankan untuk membuka jendela di ruangan tersebut, sehingga udara segar bisa masuk.

Beberapa cara alami di atas bisa diterapkan oleh ibu hamil sebelum menempuh pengobatan.

Itulah penjelasan menarik terkait gejala mual yang terjadi saat hamil muda. Semoga informasi terkait mual yang terjadi selama menjalani masa-masa kehamilan tersebut bisa bermanfaat ya, Ma!

  • Bolehkah Antimo Dikonsumsi untuk Ibu Hamil Ketika Mual?
  • Mual setelah Makan, Apakah ini Gejala Awal Kehamilan?
  • Mual dan Tak Nafsu Makan saat Hamil Muda? Lakukan 8 Hal Ini!
Artikel Asli